Dark/Light Mode

Gelar Seminar Internasional dan Teken MoU

Perguruan Attaqwa Bekasi Gandeng Kampus Suriah

Selasa, 17 September 2024 16:55 WIB
Seminar Internasional dan MoU Institut Attaqwa KH Noer Alie dengan Universitas Bilad Syam Suriah. [Foto: Dok]
Seminar Internasional dan MoU Institut Attaqwa KH Noer Alie dengan Universitas Bilad Syam Suriah. [Foto: Dok]

RM.id  Rakyat Merdeka - Perguruan Attaqwa Bekasi sukses menggelar seminar internasional bertema “Bersinergi untuk Institut Attaqwa KH. Noer Alie yang Unggul, Kompetitif, dan Transformatif.”

Acara yang diselenggarakan di Auditorium Utama Yayasan Attaqwa tersebut menghadirkan tokoh-tokoh pendidikan terkemuka, di antaranya Dr KH Fadlurrahman MA dari Institut Attaqwa KH. Noer Alie (IAN); Assoc Prof Dr Hj Nur Arfiyah Febriani, MA dari Universitas PTIQ Jakarta, serta Syeikh Prof Dr Muhammad Sharief Al Sawaf, Rektor Universitas Bilad Syam Mujamma’ Syeikh Ahmad Kuftaro, Suriah.

Baca juga : KLHK Tekankan Standarisasi Produk Hasil Hutan Untuk Konstruksi Hijau

Salah satu momen penting dalam acara ini adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Perguruan Attaqwa, IAN, Ma’had Aly Attaqwa KH Noer Ali dan Universitas Bilad Syam Mujamma Syeikh Ahmad Kuftaro, Suriah.

MoU ini diharapkan menjadi landasan untuk kolaborasi pendidikan di masa depan, memungkinkan pertukaran mahasiswa dan dosen di kedua perguruan tinggi di bawah Attaqwa tersebut serta pemberian beasiswa bagi alumni pesantren Attaqwa putra dan putri.

Baca juga : Gelar Raker 2024, UNAS Jalin Kebersamaan & Kelola Perguruan Tinggi Tetap Unggul

Dalam sambutannya, Ketua Umum Yayasan Attaqwa, Dr. KH. Irfan Mas’ud, Lc. MA, menekankan pentingnya kolaborasi strategis dalam menghadapi tantangan global di dunia pendidikan.

“Transformasi sudah menjadi bagian sejarah Attaqwa sejak didirikan oleh KH. Noer Alie, yang memiliki visi jauh ke depan dengan mengirim anak-anaknya belajar ke luar negeri,” ungkapnya.

Baca juga : Pertamina Hulu Energi ONWJ Teken Perjanjian Kajian Bersama Identifikasi Penyimpanan CO2

KH. Irfan Mas’ud juga menekankan pentingnya pembaruan kurikulum yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Fiqih politik, ekonomi, teknologi, dan kewarganegaraan adalah bidang-bidang yang perlu digali lebih dalam oleh perguruan tinggi Islam, agar mampu menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks,” tambahnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.