Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Terpilih Jadi Rektor Baru UI Periode 2024-2029, Ini Profil Heri Hermansyah
Senin, 23 September 2024 17:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Universitas Indonesia (UI) resmi memiliki rektor baru untuk periode 2024-2029. Heri Hermansyah terpilih setelah mendapatkan 18 suara dalam pemungutan suara yang dilakukan oleh Majelis Wali Amanat UI (MWA UI) pada Senin (23/9).
Dalam pemungutan suara yang berlangsung di Balai Sidang UI Kampus Depok, Heri menyisihkan dua pesaingnya, Teguh Dartanto yang meraih 4 suara dan Ari Fahrial Syam dengan 1 suara.
Dalam sambutannya, Heri menegaskan pentingnya kolaborasi untuk memajukan UI. Menurutnya, membangun UI bukan seperti seorang superman, melainkan butuh supertim.
"Mari bergandengan tangan memajukan UI bersama-sama,” ujar Heri.
Ia juga menekankan bahwa kerja sama antara seluruh elemen kampus merupakan kunci keberhasilan UI di masa depan.
Heri Hermansyah akan resmi dilantik sebagai Rektor UI pada 4 Desember 2024 mendatang di Balai Purnomo, UI Depok. Sebelum pemilihan, Heri telah memaparkan visinya di hadapan panelis.
Baca juga : Selamat, Prof. Heri Hermansyah Terpilih Jadi Rektor UI Periode 2024-2029
Ia mengusung lima strategi utama yang terbagi ke dalam 15 program unggulan untuk membawa UI menjadi universitas kelas dunia.
Strategi tersebut mencakup pemberdayaan kewirausahaan, peningkatan akses dan kualitas pendidikan, penelitian yang berdampak, keterlibatan komunitas, serta tata kelola yang baik.
Dalam visinya untuk UI, Heri menekankan bahwa UI harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman, terutama dalam menghadapi tantangan global.
"Kami berkomitmen untuk menyiapkan mahasiswa UI agar memiliki keterampilan yang dibutuhkan dalam menghadapi lingkungan yang berubah cepat," ungkap Heri.
Menurutnya, UI tak boleh hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga harus menjadi agen perubahan yang mendorong inovasi dan kreativitas.
Heri juga menambahkan, pentingnya UI mengembangkan budaya akademik yang mengutamakan transparansi, akuntabilitas, dan kualitas unggul.
Profil Singkat Heri Hermansyah
Baca juga : Erick Tunjuk Wahyu Suparyono Jadi Bos Baru Bulog, Ini Profil Singkatnya
Lahir pada 18 Januari 1976, Heri Hermansyah merupakan salah satu profesor termuda di Fakultas Teknik UI (FT UI). Ia menyelesaikan pendidikan sarjananya di Teknik Gas dan Petrokimia UI pada tahun 1998.
Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan magister dan doktor di bidang Teknik Kimia di Tohoku University, Jepang, masing-masing pada tahun 2003 dan 2006.
Heri mengawali karier akademiknya sebagai dosen di FT UI, dan secara bertahap ia menapaki berbagai posisi penting di lingkungan universitas.
Pada usia 37 tahun, Heri sudah dikukuhkan sebagai guru besar termuda FT UI. Dalam perjalanan kariernya, ia juga pernah menjabat sebagai Dekan FT UI untuk periode 2022-2026, sebelum akhirnya terpilih sebagai Rektor UI.
Sebagai akademisi, Heri dikenal sangat produktif. Ia pernah dinobatkan sebagai peneliti produktif di FT UI pada tahun 2020 dan 2021, dengan jumlah publikasi terindeks Scopus di peringkat tiga besar.
Ia dikenal memiliki jaringan yang kuat di tingkat nasional maupun internasional. Heri aktif dalam berbagai organisasi profesional, termasuk sebagai Ketua Reviewer Penelitian Nasional dan Ketua Bidang Persatuan Alumni Jepang (PERSADA).
Baca juga : Apresiasi Atlet Peraih Medali Olimpiade Paris 2024, REI Beri Hadiah Rumah
Tak hanya itu, Heri juga meraih berbagai penghargaan lainnya, seperti Satya Lencana Pengabdian 10 dan 20 Tahun pada tahun 2014 dan 2019, serta Juara II Dosen Berprestasi UI pada tahun 2013.
Heri juga memimpin berbagai program riset di tingkat nasional. Ia pernah menjabat sebagai Plt. Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat di Kemenristek/BRIN pada tahun 2020 hingga 2021.
Sebelumnya, ia juga pernah menjadi Direktur Pengelolaan Kekayaan Intelektual di lembaga yang sama. Kontribusi Heri dalam riset dan pengembangan teknologi di Indonesia semakin memperkuat kiprahnya di dunia akademik.
Selain itu, Heri juga terlibat dalam konsorsium penelitian internasional dengan mitra dari Jepang, Amerika Serikat, Prancis, hingga Korea Selatan.
Di tingkat internasional, Heri menjabat sebagai Wakil Presiden Asian Federation of Biotechnology sejak tahun 2021. Melalui posisi ini, ia memperkuat kolaborasi antara akademisi dan peneliti di berbagai negara untuk menghasilkan inovasi di bidang bioteknologi yang dapat diterapkan di Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya