Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Umum Jaringan Relawan Alap-alap Jokowi (AAJ), Muhammad Isnaini menegaskan, relawan yang dipimpinnya konsisten loyal dan militan ke Jokowi.
Isnaini bilang, meski Presiden Jokowi akan mengakhiri masa tugasnya pada tanggal 20 Oktober nanti, AAJ tidak akan berubah sikap politik.
"Ini aspirasi teman-teman. Mulai Papua, NTT, NTB, Sulawesi, Jawa dan Lampung. Kami semua tetap bersama Pak Jokowi," kata Isnaini dalam keterangannya, Rabu (2/10/2024).
AAJ yang secara pergerakan dimulai pada Maret 2015 di Yogyakarta, lanjut Isnaini, akan terus mengembangkan diri. Bukan secara kuantitas tetapi lebih pada membangun karakter relawan mandiri.
Baca juga : Presiden Jokowi: MotoGP Tahun Depan Tetap Lanjut
Hal ini merupakan refleksi tonggak berkumpulnya para relawan di Jogja Expo Center (JEC), 15 Maret 2015 dalam gelaran Silaturahmi Akbar Relawan Jokowi.
Sejak itu, AAJ berkembang secara alamiah dan konsisten menjadi relawan Jokowi.
"Bagi kami, ini sebuah kehormatan. Sehingga sembilan tahun sudah, AAJ tidak pernah sekalipun berubah haluan dukungan secara politik," ujarnya.
Menyikapi Jokowi akan purnatugas, pria yang tinggal di Kota Semarang ini melihat sisi positif. Dikatakannya, AAJ bisa makin dekat dengan figur yang dibangga-banggakan selama ini dan punya banyak kesempatan menimba ilmu.
Baca juga : Minta MA Tolak PK Mardani Maming, AMPH Ingatkan Kerugian Negara Akibat Korupsi
Bahkan Isnaini memberikan catatan khusus akan rencana ke depan AAJ bersama Jokowi. dalam Munas I Alap-Alap Jokowi di De Tjolomadoe pada Juli lalu, AAJ sudah menyelesaikan Buku Panduan.
Selain soal keanggotaan, AD/ART juga memuat Ideologi Jokowisme. Ideologi yang AAJ pegang teguh dalam pergerakannya. Ideologi yang berangkat dari keteladanan dan kerja nyata Jokowi.
"Meski dalam skala yang sangat kecil, skala lingkungan kampung, lingkungan desa. Tidak dalam kapasitas ketatanegaraan secara praktis kebangsaan yang demikian besar. Tetapi Ideologi Jokowisme bisa saya katakan harga mati bagi kami. AAJ tidak mau terjebak menjadi relawan hore, maaf," tegas Isnaini.
Mengenai seringnya Jokowi diserang hujatan, fitnah dan kebencian, Isnaini lebih memilih bicara fakta sejarah.
Baca juga : Melki Lakalena Ingatkan Jangan Bawa Narasi Suku dan Agama ke Pilkada NTT
"Kami meyakini, apa yang sudah dilakukan Bapak dan Ibu Negara akan tercatat dalam tinta emas sejarah bangsa ini. Bagi kami, karya Beliau sungguh fantastis dan fenomenal. Dalam kurun sepuluh tahun, Indonesia berubah menjadi negara yang tidak lagi dipandang sebelah mata. Kepemimpinan Beliau juga sangat dihormati para pemimpin dunia. Kalau soal nyinyiran dan sebagainya, biarlah nanti alam dan semesta yang menjawab," kata Isnaini.
Menurut Isnaini, apa yang sudah dilakukan selama sepuluh tahun terakhir merupakan kerja nyata untuk rakyat.
"Seorang pemimpin sejati sekaligus Negarawan. Terima kasih Pak Jokowi dan Ibu Iriana. Teruslah menjadi Guru Bangsa," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya