Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
1000 Days Fund Kolaborasi Dengan Yayasan LINE, Tekan Stunting Di Manggarai Barat
Minggu, 6 Oktober 2024 16:16 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dalam upaya menekan angka stunting di Manggarai Barat, 1000 Days Fund bersama Yayasan Life After Mine (LINE) dan Dinas Kesehatan Manggarai Barat menggulirkan pelatihan intensif untuk bidan.
Program ini menyasar pendampingan ibu hamil dengan risiko Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) serta anak yang berisiko stunting, sebagai langkah konkret dalam pencegahan masalah kesehatan ini.
Sebanyak 20 bidan dari berbagai kecamatan di Manggarai Barat diberikan pelatihan mendalam terkait penanganan ibu hamil berisiko melahirkan bayi dengan berat badan rendah.
Nantinya, mereka akan melatih kader Posyandu setempat, memastikan penanganan stunting dilakukan sejak dini.
Baca juga : KI Pusat Kaji Integrasi Perlindungan Data Dan Keterbukaan Informasi Di Kanada
Direktur 1000 Days Fund Rindang Asmara mengatakan, sejak 2019 telah meluncurkan berbagai program untuk pencegahan stunting di Manggarai Barat.
Menurutnya, kali ini hadir dengan pendekatan baru melalui pendampingan intensif terhadap ibu hamil berisiko BBLR dan anak yang berisiko stunting.
“Kami berharap pelatihan ini dapat memperkuat kapasitas bidan dan kader Posyandu dalam memberikan pendampingan yang lebih tepat dan berkualitas,” kata Rindang Asmara, Minggu (6/10).
Program ini merupakan bagian dari inisiatif jangka panjang yang akan berjalan selama setahun penuh. Targetnya, lebih dari 3 ribu ibu hamil, anak balita, dan keluarga di Manggarai Barat akan merasakan dampak positif dari program ini.
Baca juga : Permudah Koordinasi Dengan K/L Lain, Kemenag Luncurkan Sekber Moderasi
Ketua Yayasan LINE, Adri Martowardojo, menyebutkan bahwa stunting adalah masalah multidimensi yang membutuhkan kerja sama lintas sektor.
"Dengan intervensi yang kami lakukan di Kecamatan Boleng dan Kecamatan Sano Nggoang, kami berharap dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap penurunan angka stunting di Manggarai Barat,” kata Adri.
Kecamatan Boleng dan Kecamatan Sano Nggoang dipilih sebagai lokasi intervensi, dengan harapan model yang dihasilkan dapat diterapkan di wilayah lain di Indonesia.
Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Barat, Adrianus Ojo, mengapresiasi program ini dan menyebutnya sejalan dengan visi nasional.
Baca juga : FTUI Jalin Kolaborasi Dengan Dunia Industri Lewat Engineering Network 2024
“Harapan kami, para bidan dan kader kesehatan yang telah mendapatkan pelatihan dapat menerapkan pengetahuan ini di lapangan, khususnya dalam pendampingan langsung kepada ibu hamil yang berisiko,” ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya