Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Isu Demo Jelang Pelantikan, Jangan Pecah Belah Bangsa Dan Ganggu Stabilitas!
Sabtu, 12 Oktober 2024 09:28 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas angkat bicara perihal sejumlah tokoh dan kelompok masyarakat yang akan menggelar aksi jelang berakhirnya masa jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) 20 Oktober 2024.
Fernando berharap, aksi yang kabarnya akan digelar 14 Oktober 2024, berlangsung dengan baik dan tidak dilakukan dengan anarkis. Apalagi sampai mengganggu keamanan serta stabilitas negara.
"Begitu juga dengan pihak Kepolisian agar dapat menjalankan tugas dengan baik dan sesuai SOP dalam memberikan keamanan bagi para peserta aksi," tegas Fernando Emas, dalam keterangannya, Sabtu (12/10/2024).
Baca juga : Menko Airlangga Minta Dukungan Penuh Jepang Dalam Proyek Strategis AZEC
Sebaiknya, kata dia, seluruh masyarakat Indonesia mampu menghargai jasa dan dedikasi yang sudah diberikan oleh para pemimpin Indonesia, termasuk kepada Presiden Jokowi.
"Memang, ada beberapa situasi yang dianggap mencederai legacy yang dilakukan oleh Jokowi selama hampir 10 tahun. Namun sebaiknya masyarakat mampu menghargai karya yang sudah dilakukan oleh Jokowi selama memimpin Indonesia," pesannya.
Dia juga mengingatkan agar tidak ada pihak-pihak yang coba memecah belah bangsa dengan melakukan provokasi. Sehingga mengganggu stabilitas negara.
Baca juga : Jelang Pelantikan Presiden, Ini Harapan Mahfud MD Untuk Prabowo
Situasi rusuh dan kacau, jelas akan merugikan semua pihak. Khususnya rakyat Indonesia.
"Selanjutnya mari kita berikan kesempatan kepada Prabowo untuk melanjutkan Pemerintahan selama 5 tahun ke depan dengan membantu memuluskan masa transisi dengan senantiasa menjaga situasi damai," pungkasnya.
Diketahui, pada tanggal 14 Oktober 2024, beberapa tokoh seperti Faizal Assegaf, Said Didu, Refly Harun, dan lainnya, akan menggelar kegiatan dialog kebangsaan di Balai Sarbini dan demo BEM SI di depan Istana yang menyerukan kritik kepada Presiden Jokowi dan keluarganya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya