Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gandeng Tony Blair Institute dan Apolitical, LAN Gelar Pelatihan AI Untuk ASN
Jumat, 25 Oktober 2024 21:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Selaku penggerak transformasi Indonesia di tahun 2024, lebih dari 1.000 aparatur sipil negara (ASN) berkesempatan mengikuti pelatihan digitalisasi dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI).
Hal ini seiring dengan dimulainya kerja sama baru antara Lembaga Administrasi Negara (LAN), dengan Tony Blair Institute for Global Change (TBI), dan platform pembelajaran daring global, Apolitical, yang dilaksanakan di Jakarta, Jumat (25/10/2024).
Kerja sama tersebut ditandai dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/ MoU) 'Government AI Campus Program' di kantor LAN oleh (Plt) Kepala LAN Dr. Muhammad Taufiq, DEA; Country Director TBI Indonesia Shuhaela F. Haqim; dan Chief Partnership Officer Apolitical Pooja Warier Hamilton.
Penandatangan MoU ini menjadi landasan penting bagi pembinaan pegawai ASN yang adaptif dan tangkas untuk memenuhi kebutuhan Visi Emas Indonesia 2045, yang mencakup penyediaan materi pelatihan tentang dasar-dasar AI bagi ASN.
Adapun penggunaan AI dalam pelayanan publik memungkinkan lahirnya kebijakan yang lebih inovatif, memperoleh pemahaman mengenai infrastruktur kota pintar (smart-city), serta menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik.
Plt. Kepala LAN, Muhammad Taufiq, menyampaikan sebagai pembuat kebijakan sekaligus pelayan masyarakat, ASN memiliki peran kunci dalam proses transformasi digital.
Baca juga : Jaga Inflasi Dan Rupiah, BI Tahan Suku Bunga
"Setiap ASN harus menguasai kemampuan digital yang mumpuni, memiliki mindset digital untuk mendukung keberhasilan transformasi digital," ujar Taufiq di Jakarta, Jumat (25/10/2024).
Menurutnya, transformasi digital ini akan menjadi enabling factor yang akan mampu membangkitkan ekonomi digital yang diprediksi akan berkontribusi sebesar 20 persen dari produk domestik bruto (PDB).
"Terkait hal tersebut, Indonesia memiliki potensi yang cukup besar dengan penetrasi digital yang cukup besar hampir 80 persen dari 280 juta penduduk Indonesia," ujar Taufiq.
Taufiq menambahkan, transformasi digital menjadi salah satu program prioritas pemerintah untuk mendukung peningkatan kualitas reformasi birokrasi di Indonesia.
"Melalui kolaborasi dan kerja sama ini diharapkan dapat mempersiapkan ASN untuk mendukung percepatan transformasi digital," ujar Taufiq.
Bekerja sama dengan TBI, Apolitical akan mengembangkan dan menghadirkan modul pelatihan Kecerdasan Buatan dan Tata Kelola Pemerintahan Digital, serta memfasilitasi peluang pembelajaran sejawat yang didesain khusus untuk kebutuhan pegawai ASN di Indonesia.
Sementara itu, Country Director TBI Indonesia Shuhaela F. Haqim mengapresiasi atas kepercayaan yang diberikan pemerintah Indonesia TBI untuk merancang dan memfasilitasi ‘Government AI Campus Program’.
“Dampak dari modul pembelajaran ini sangatlah besar, khususnya karena pegawai ASN adalah garda terdepan pelayanan publik bagi 280 juta penduduk Indonesia," ujar Shuhaela.
Menurutnya, dengan pembelajararan ini, akan mendorong roda mesin penggerak pelayanan publik kita diperkuat dengan keterampilan digital dan AI kelas dunia.
Program Government AI Campus Indonesia merupakan program pelatihan yang didesain khusus oleh TBI dan Apolitical di Indonesia.
Kolaborasi ini merupakan salah satu wujud visi LAN untuk menjadi lembaga pembelajaran kelas dunia dan menghadirkan pemerintahan kelas dunia di Indonesia.
Platform digital Apolitical telah memberdayakan lebih dari 200.000 pegawai negeri di lebih dari 170 negara dan telah hadir secara signifikan di Asia, termasuk di Filipina, India dan Singapura.
Baca juga : Gandeng 300 Korporasi, LAN Akselerasi Kompetensi ASN
Berbagai kursus Apolitical didesain secara khusus untuk menghasilkan pelatihan kelas dunia yang sesuai dengan latar belakang dan kebutuhan masing-masing negara di berbagai sektor, termasuk urbanisasi, layanan kesehatan, dan ketahanan iklim.
Chief Partnership Officer Apolitical, Pooja Warier Hamilton mengatakan, AI dan digitalisasi memiliki potensi besar untuk mentransformasi pemerintahan, meningkatkan pelayanan publik, dan mendorong inovasi dalam skala yang lebih besar.
Pooja nengatakan, pihaknya meluncurkan program ‘Government AI Campus’ untuk menjadi pemangku kebijakan, pembeli, dan pengguna AI yang lebih baik.
"Kami bangga dapat bermitra dengan LAN-RI dan TBI untuk mempersiapkan seribu pegawai negeri Indonesia memimpin di era AI,” ujar Pooja Acara diakhiri dengan workshop bertajuk “AI in Southeast Asian Government” yang dibawakan oleh Head of Partnerships Asia TBI APAC Astrid Dita serta Technology Venture Partner di Alpha JWC Ventures dan Program Director of Artificial Ray Frederick Djajadinata.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya