Dark/Light Mode

Soroti Peran Gender dan Generasi

PPIM UIN Jakarta Gelar Seminar Isu Lingkungan

Selasa, 29 Oktober 2024 15:51 WIB
Sejumlah peneliti PPIM UIN Jakarta bersama narasumber mendiskusikan aspek gender dan generasi dalam isu lingkungan pada Senin (28/10/2024). Gender dan generasi disebut turut mempengaruhi pengetahuan, sikap dan perilaku pro-lingkungan muslim Indonesia. [Foto: Dok]
Sejumlah peneliti PPIM UIN Jakarta bersama narasumber mendiskusikan aspek gender dan generasi dalam isu lingkungan pada Senin (28/10/2024). Gender dan generasi disebut turut mempengaruhi pengetahuan, sikap dan perilaku pro-lingkungan muslim Indonesia. [Foto: Dok]

RM.id  Rakyat Merdeka - Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta menggelar seminar bertema "Ada Apa dengan Lingkungan? Analisis Gender dan Generasi", yang menyoroti peran gender dan generasi dalam isu lingkungan.

Hasil survei nasional menunjukkan, meski ada perbedaan dalam pengetahuan dan pendekatan, baik laki-laki maupun perempuan sama-sama peduli pada perubahan iklim. Generasi Z memiliki tingkat pengetahuan tertinggi, sementara perempuan lebih aktif dalam perilaku ramah lingkungan sehari-hari.

Seminar ini diharapkan mendorong kolaborasi inklusif antara gender dan generasi dalam menghadapi tantangan lingkungan demi masa depan yang berkelanjutan.

Baca juga : Kolaborasi Akademia dan BUMN Wujudkan Kesetimbangan Fungsi Ekonomi, Sosial & Lingkungan

Aptiani Nurjannah, peneliti dari PPIM UIN Jakarta menjelaskan, survei tersebut melibatkan 3.397 responden dari seluruh Indonesia dengan komposisi 50,99% laki-laki dan 49,01% perempuan. Survei dilakukan menggunakan metode

pada Maret hingga April 2024, dengan tingkat respons yang sangat tinggi, yaitu 97,06%.

Dari hasil survei, ditemukan adanya kesenjangan pengetahuan lingkungan antara laki-laki dan perempuan. Laki-laki lebih banyak memiliki pengetahuan terkait perubahan iklim dibanding perempuan, yaitu 74,77% berbanding 68,15%. Namun, kedua gender ini sama-sama percaya bahwa perubahan iklim sedang terjadi.

Baca juga : Jokowi Rasakan Peran Dan Kontribusi Nyata TNI Selama 10 Tahun Memimpin Negara

“Mayoritas laki-laki menyebut, perubahan iklim disebabkan oleh aktivitas ekonomi, sementara perempuan cenderung mengaitkannya dengan tanda-tanda akhir zaman," jelas Aptiani pada seminar seri ke-50 PPIM di Aula Madya FISIP UIN Jakarta, Senin (28/10/2024).

Perbedaan sikap juga terlihat dalam hal tanggung jawab atas perubahan iklim. Laki-laki lebih menganggap korporasi, pemerintah, dan organisasi masyarakat sebagai pihak yang bertanggung jawab, sedangkan perempuan lebih menekankan tanggung jawab individu.

Dalam konteks perilaku pro-lingkungan, perempuan lebih aktif di ranah privat, seperti membawa tumbler dan wadah sendiri, sementara laki-laki lebih terlibat dalam kegiatan publik seperti donasi, kampanye lingkungan, dan advokasi.

Baca juga : Rian Ernest: Siap Adu Gagasan Bukan Singkatan

Peneliti PPIM lainnya, Grace, menyoroti perbedaan generasi dalam pengetahuan dan perilaku terkait perubahan iklim dan transisi energi. Generasi Z memiliki tingkat pengetahuan yang paling tinggi dibanding generasi lainnya, disusul oleh generasi milenial. Namun, meski Gen Z memiliki pengetahuan lebih, partisipasi mereka dalam aktivisme lingkungan skala kecil lebih rendah dibandingkan generasi lainnya.

“Kriminalitas menjadi isu yang paling dikhawatirkan di semua generasi, sementara isu kerusakan lingkungan menempati peringkat keempat di kalangan milenial, namun tidak menjadi prioritas utama bagi generasi lainnya," ungkap Grace.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.