Dark/Light Mode

Soroti Peran Gender dan Generasi

PPIM UIN Jakarta Gelar Seminar Isu Lingkungan

Selasa, 29 Oktober 2024 15:51 WIB
Sejumlah peneliti PPIM UIN Jakarta bersama narasumber mendiskusikan aspek gender dan generasi dalam isu lingkungan pada Senin (28/10/2024). Gender dan generasi disebut turut mempengaruhi pengetahuan, sikap dan perilaku pro-lingkungan muslim Indonesia. [Foto: Dok]
Sejumlah peneliti PPIM UIN Jakarta bersama narasumber mendiskusikan aspek gender dan generasi dalam isu lingkungan pada Senin (28/10/2024). Gender dan generasi disebut turut mempengaruhi pengetahuan, sikap dan perilaku pro-lingkungan muslim Indonesia. [Foto: Dok]

 Sebelumnya 
Dalam sesi berikutnya, Putri Melta Sari, Co-founder Trash Ranger Indonesia, turut berbagi pandangannya terkait peran perempuan dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, perempuan seringkali peduli terhadap isu lingkungan, namun tidak tahu bagaimana cara berkontribusi secara lebih konkret. Trash Ranger Indonesia berfokus pada pemberdayaan ibu-ibu rumah tangga untuk mengolah sampah multi-layer menjadi produk bernilai ekonomi.

“Perempuan memang peduli, tapi sering kali tidak tahu harus mulai dari mana. Kita mencoba memberikan solusi melalui inisiatif seperti ini,” ujar Putri Melta.

Baca juga : Kolaborasi Akademia dan BUMN Wujudkan Kesetimbangan Fungsi Ekonomi, Sosial & Lingkungan

Ida Rosyidah, dosen Sosiologi dari FISIP UIN Jakarta, menutup seminar dengan menyoroti pengaruh patriarki dan akses informasi yang terbatas sebagai faktor penyebab kesenjangan gender dalam pengetahuan lingkungan.

Mainstreaming gender belum sepenuhnya terefleksikan dalam pendidikan formal. Banyak sekali bias gender dalam buku-buku sekolah. Hal ini sudah terinternalisasi sejak kecil melalui sosialisasi yang terus berulang,” jelas Ida.

Baca juga : Jokowi Rasakan Peran Dan Kontribusi Nyata TNI Selama 10 Tahun Memimpin Negara

Seminar yang merupakan rangkaian kegiatan dari program Religious Environmentalism Actions (REACT) ini diharapkan dapat mendorong kolaborasi yang lebih inklusif antara laki-laki dan perempuan, serta antar generasi dalam menghadapi krisis lingkungan di masa depan. Selain itu, penting untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya keseimbangan peran gender dalam perilaku pro-lingkungan, baik di level publik maupun privat.

Tentang Program Religious Environmentalism Actions (REACT)

Baca juga : Rian Ernest: Siap Adu Gagasan Bukan Singkatan

Religious Environmentalism Actions (REACT) adalah program yang diinisiasi oleh Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta, dengan dukungan dari Pemerintah Belanda. Program ini bertujuan memperkuat peran generasi muda dan organisasi keagamaan dalam upaya mencapai pembangunan lingkungan yang berkelanjutan di Indonesia.

Melalui pengetahuan, advokasi kebijakan berbasis bukti, dan kampanye publik, REACT berfokus pada peningkatan kesadaran dan kapasitas masyarakat terkait isu lingkungan dan perubahan iklim. Program ini berupaya mendorong aksi nyata gerakan lingkungan berbasis keagamaan untuk mendukung keberlanjutan lingkungan di Indonesia. (*)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.