Dark/Light Mode

Erick Gercep Eksekusi Arahan Presiden, Minta Pindad Bikin Mobil Untuk Menteri

Selasa, 29 Oktober 2024 21:37 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Ist
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir langsung tancap gas menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan kendaraan Maung dari PT Pindad sebagai kendaraan operasional bagi para menteri di Kabinet Merah Putih. 

Dalam pernyataannya usai jumpa pers dengan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Erick menegaskan pentingnya mempersiapkan kendaraan sesuai kebutuhan pemerintah. 

“Kita mendukung rencana program pemerintah,” ujar Erick di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (29/10).

Baca juga : Kemenkeu Klarifikasi Pernyataan Anggito Soal Mobil Maung Untuk Menteri-Eselon I

Erick menilai langkah ini merupakan sebuah langkah positif dan menunjukkan komitmen Presiden Prabowo untuk mendukung produk dalam negeri. 

"Kami mendukung bagaimana produksi dalam negeri harus ditingkatkan," tambahnya. 

Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mengutamakan penggunaan produk lokal, termasuk dalam hal kendaraan operasional bagi pejabat negara.

Baca juga : Presiden Bakal Fasilitasi Mobil Maung Untuk Para Menteri Hingga Eselon I

Ia menyampaikan, PT Pindad, sebagai produsen Maung, saat ini sedang mengerjakan pesanan hampir 4.600 kendaraan dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk dua tahun ke depan.

Erick mengungkapkan bahwa Pindad telah mendapatkan permintaan yang signifikan dari Kemhan, menegaskan bahwa produk dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan pertahanan dan operasional.

Terkait pemenuhan kebutuhan kendaraan untuk para menteri, Erick menyatakan bahwa Pindad akan memetakan kembali antara kebutuhan dan kapasitas produksi. 

Baca juga : Budi Arie: Arahan Presiden Prabowo Menggugah Semangat

 Hal ini bertujuan agar Pindad dapat memenuhi permintaan kebutuhan untuk kendaraan operasional para menteri ke depan," ujarnya. 

Dia juga menambahkan bahwa alokasi produksi akan disesuaikan, dan jika ada tambahan pesanan dari kementerian, hal itu akan didiskusikan lebih lanjut dengan Direktur Utama Pindad. 

“Alokasi produksinya di situ, apakah ada tambahan order kementerian kembali, nanti bisa tanya ke Dirut Pindad, agar ini line of production-nya ini untuk diproyeksikan,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.