Dark/Light Mode

Gara-gara Beda Pilihan Di Pilbup

Ratusan Orang Angkut Paksa 2 Rumah Warga

Rabu, 6 November 2024 07:20 WIB
Salah satu rumah warga Lojie, Desa Bojo, Kecamatan Malusetasi, Kabupaten Barru, Sulsel dipindahkan paksa lantaran beda pandangan politik dengan pemilik lahan. (Foto: Tangkapan Layar X/bacot)
Salah satu rumah warga Lojie, Desa Bojo, Kecamatan Malusetasi, Kabupaten Barru, Sulsel dipindahkan paksa lantaran beda pandangan politik dengan pemilik lahan. (Foto: Tangkapan Layar X/bacot)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gegara beda pilihan dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) Barru, dua rumah milik warga di Desa Bojo, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel) dipindah paksa oleh ratusan warga. Mereka beramai-ramai mengangkut rumah warga tersebut ke lokasi lain sejauh 300 meter.

Peristiwa tersebut terjadi akibat beda pilihan antara pemilik lahan dan pemilik rumah dalam Pilbup Barru. Pemilik rumah, Norma, diduga mendukung pasangan Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) nomor urut 3, Andi Ina Kartika-Abustam (Inimi).

Sedangkan pemilik lahan, seorang perempuan berinisial S merupakan pendukung pasangan calon (paslon) nomor urut 2 yakni Dokter Ulfa-Mudassir Hasri Gani (Ulfa-MHG).

Pemilih rumah Norma mengatakan, kasusnya bermula ketika dia menghadiri kegiatan kampanye paslon nomor urut 3. Saat itu, dia terekam dalam video dan langsung menjadi perbincangan di grup WhatsApp (WA) warga.

“Gempar di grup (WA) katanya itu rumah yang mau dilengkang (dibongkar), karena penghuninya ada ma joget (berjoget) di acaranya paslon nomor urut 3” kata Norma dalam keterangannya, Selasa (5/11/2024).

Baca juga : DPR Minta KPAI Proaktif Tangani Kekerasan Anak

Norma mengaku, pemilik lahan juga melihat baliho paslon nomor urut 3 terpasang di dinding rumahnya. Tak lama kemu­dian, dia ditelepon oleh pemilik lahan diminta untuk segera pindah bersama satu tetangga lainnya ke tempat lain.

“Saya ditelepon, (katanya) adami beli itu tanah. Seboleh-bolehnya kau pindah dari situ, kasih tahu juga tetangga (untuk pindah),” ungkap Norma.

Setelah mendapat telepon dari pemilihan lahan, Norma mengaku dibantu warga sekitar untuk bergotong royong mengangkat rumahnya ke lahan yang lain. “Pindah sekitar 300 meter dari sana (lahan sebelum­nya),” ujarnya.

Senada, pemilik rumah lainnya, Muhammad Amin juga mengaku disuruh memindahkan rumahnya karena perbedaan pilihan Cabup Barru. Padahal, dia sudah puluhan tahun tinggal di tanah tersebut.

“Dia (pemilik lahan) datang dan suruh cabut itu spanduk, ku­cabut setelah itu saya masuk mengambil pakaian lalu ke rumah keluargaku,” ungkap Amin.

Baca juga : MRT Rute Bekasi-Jakbar Mulai Digarap Tahun 2025

Sementara, Kepala Desa Bojo, Kabupaten Barru, Tuppu Bulu Alam mengaku tidak ikut campur terkait isu politik dalam pemindahan kedua rumah warganya karena perbedaan dalam pilihan politik dalam Pilbup Barru.

“Yang punya lahan ini tidak ada di Barru, karena dia sedang berada di Morowali, Sulteng,” ujar Tuppu dalam keterangannya,Selasa (5/11/2024).

Selaku Pemerintah Desa (Pemdes) Bojo, Tuppu mengaku selalu menghindari intrik-intrik politik. Utamanya, dalam kon­testasi Pilbup Barru 2024.

Dia mengatakan, lahan tersebut memang mau dijual oleh si pemi­lik lahan, hanya saja hingga saat ini masih belum ada pembelinya. “Sehingga membuat kedua pemi­lik rumah itu berinisiatif untuk dipindah rumahnya,” katanya.

Tuppu mengatakan, kedua warga telah merencanakan pemindahan rumahnya jauh-jauh hari sebelum peristiwa pemin­dahan rumah itu. Kata dia, satu warga sudah ada lahannya dan yang satunya lagi pindah di lahan keluarganya sendiri.

Baca juga : Inter Milan Vs Arsenal, Pertarungan Gengsi

“Sebelumnya keduanya me­mang menumpang di lahannya orang,” ungkapnya.

Pemdes Bojo, tambah Tuppu telah memberikan motivasi kepada pemilik rumah, bila memang sudah ada lahan sendiri, lebih baik pindah saja ke lahan tersebut.

“Supaya nanti di tempat yang baru mendapatkan hikmah yang lebih baik,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.