Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
BAZNAS Dirikan Dapur Air Bantu Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki
Sabtu, 9 November 2024 15:15 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendirikan dapur air untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki yang terjadi di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA, mengatakan pendirian dapur air bersih merupakan bentuk respon cepat BAZNAS dalam menanggapi bencana.
Tidak hanya mendirikan dapur air, pihaknya juga menerjunkan tim untuk melakukan evakuasi warga ke tempat yang aman.
Baca juga : Mensos Pastikan Kebutuhan Dasar Warga Terdampak Lewotobi Terpenuhi
“Dapur air ini hadir untuk membantu memenuhi kebutuhan darurat air konsumsi bagi warga terdampak erupsi yang tinggal di pengungsian," ujar Saidah, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (8/11/2024).
Saidah menuturkan BAZNAS juga telah membagikan masker kepada para penyintas untuk melindungi mereka dari risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan debu vulkanik.
“Abu vulkanik ini berbahaya bagi kesehatan, karenanya kami mengimbau agar masyarakat selalu memakai masker,” kata Saidah.
Baca juga : Sat Set! PNM Peduli Kirim Bantuan Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi
Maka itu, kata Saidah, BAZNAS terus berupaya memaksimalkan pelayanan untuk warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.
"BAZNAS juga terus berupaya memberikan layanan bagi para warga terdampak terutama memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka agar cepat pulih," ujar Saidah.
Saidah juga mengajak masyarakat untuk ikut bersama-sama mendoakan yang terbaik serta memberikan bantuan untuk para korban terdampak erupsi Gunung.
Baca juga : Wamensos Tinjau Pengungsian Korban Erupsi Gunung Lewotobi Di NTT
Sebelumnya, aktivitas vulkanik gunung api berketinggian 1.584 mdpl yang terjadi pada Minggu (3/11/2024) berdampak pada sejumlah desa di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Wulanggitang, Kecamatan Ile Bura, dan Kecamatan Titehena.
Di Kecamatan Wulanggitang, ada 6 desa yang terdampak, yaitu Desa Pululera, Nawokote, Hokeng Jaya, Klatanlo, Boru, dan Boru Kedang. Kemudian di Kecamatan Ile Bura, sebanyak 4 desa terdampak, yaitu Desa Dulipali, Nobo, Nurabelen, dan Riang Rita.
Sedangkan di Kecamatan Titehena, berpengaruh pada empat desa, yaitu Desa Konga, Kobasoma, Bokang Wolomatang, dan Watowara.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya