Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Marak Kejahatan Digital, Senayan Dorong Percepatan Pembentukan Angkatan Siber
Rabu, 13 November 2024 15:47 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Komisi I DPR mendorong agar Lembaga Ketahanan Nasional bisa segera menyusun langkah strategis menuju pembentukan Angkatan Siber. Pembentukan angkatan keempat ini menjadi sangat penting mengingat serangan-serangan siber terhadap data nasional kita cukup rentan.
"Apalagi beberapa waktu yang lalu, Bapak Panglima TNI (Jenderal Agus Subiyanto) kita sempat mengatakan akan membuat angkatan keempat siber. Nah, menurut saya ini sesuatu hal yang menurut saya harus didukung bersama karena Indonesia ini rentan sekali serangan siber dari luar negeri," kata anggota Komisi I DPR Abraham Sridjaja dalam rapat kerja Komisi I bersama Gubernur Lemhanas TB Ace Hasan Syadzily di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (13/11/2024).
Abraham mengungkapkan, pagi hari ini saja, salah satu instansi kementerian/lembaga di Indonesia mengalami serangan siber. Ironisnya, website resmi instansi tersebut kena hack dan diganti dengan website judi online.
"Pagi ini (kemarin), saya nggak mau menyebutkan instansinya. Tapi diubah (websitenya) jadi website judi online dan itu diserang dari hacker Filipina," ungkapnya.
Baca juga : Keterwakilan Perempuan di BNI Tinggi, Bukti Komitmen Bank Dorong Pemberdayaan Perempuan
Politisi muda Fraksi Golkar ini menilai, Indonesia menjadi salah satu negara yang paling rawan kena serangan siber. Dalam setahun ini saja, sudah mengalami sampai ratusan kali serangan siber. Bahkan platform Indodax, yang merupakan platform jual beli Bitcoin dan aset kripto lain di Indonesia, mengalami serangan siber yang diduga dari Pyongyang. Ironisnya, negara tidak bisa berbuat apa-apa dalam menghalau serangan siber bertubi-tubi ini.
"Dan hal-hal seperti ini (serangan siber, red) masih terus terjadi. Data Inafis (Indonesia Automatic Fingerprint Identification System) terus bocor. Saya sudah lihat juga datanya begitu banyak yang bocor. Kadang-kadang saya mau rapat dengan BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara) bingung apa yang mau dirapatkan. Data kita bocor semua," ujarnya.
Makanya unuk menghalau serangan di dunia digital ini, Abraham menilai negara harus memiliki ketahanan siber. Untuk itu, dia mendorong Lemhanas untuk perlu mempersiapkan langkah-langkah strategis pembentukan Angkatan Siber ini. Terutama terkait dengan penguatan sumber daya manusia dan teknologi untuk memastikan ketahanan siber nasional.
"Khususnya juga untuk mendukung nantinya angkatan keempat siber yang kami harapkan dapat dibentuk secepat mungkin," harapnya.
Baca juga : Capai Net Zero Emission, Pemerintah Dorong Penguatan Keamanan Kendaraan Listrik
Dia juga memastikan Fraksi Golkar mendukung permintaan penambahan anggaran Lemhanas tahun 2025 sebesar Rp 99 miliar, dari pagu definitif sebesar Rp 187 miliar. "Penambahan anggaran itu harus, bukan patut disupport, tapi wajib disupport oleh Komisi I agar bisa mencetak juga sumber daya manusia yang berkualitas untuk memimpin negeri ini," tambahnya.
Anggota Komisi I DPR Gavriel Putra Novanto menilai Lemhanas memainkan peran strategis dalam membangun ketahanan nasional dan mempersiapkan calon pemimpin negara yang memiliki pemahaman mendalam tentang geopolitik, ideologi, ekonomi, dan budaya bangsa. Oleh karena itu, Lemhanas ke depan perlu untuk meningkatkan fasilitas penunjang pendidikan, riset strategis, dan kapasitas SDM, agar mampu mencetak kepemimpinan nasional yang unggul dan berdaya saing.
"Saya emahami keterbatasan postur yang ada saat ini membuat Lemhanas menjadi sulit berinovasi. Tapi saya tahu di tangan Pak Gubernur, saya yakin bisa berinovasi dalam periode ini," yakin Gavriel.
Apalagi, dia melihat Lemhanas saat ini hanya memiliki keterbatasan dalam hal studi di kawasan negara ASEAN saja, seperti Timur Leste dan negara lainnya. Padahal, kehidupan dunia modern saat ini tengah mengalami pergeseran paradigma pembangunan. Dari yang sebelumnya bertumpu pada sumber daya alam, kini beralih kepada sumber daya manusia, dan pembangunan ekonomi berbasis pengetahuan.
"Tentunya studi ke negara-negara dengan lingkungan politik yang berbeda dan standar strategis yang lebih tinggi seperti Eropa dan Amerika, akan berpotensi menambah wawasan SDM dan meningkatkan kapasitas analisis terhadap isu-isu global," katanya.
Baca juga : BPJS Kesehatan Dan Bappenas Sinergi Kawal Pembangunan Berkelanjutan
Sementara Gubernur Lemhanas TB Ace Hasan Syadzily menegaskan bahwa angkatan keempat yang disebut sebagai angkatan siber sejatinya memang merupakan kajian dari Lemhanas. Dalam rekomendasinya, Lemhanas mengusulkan pembentukan angkatan siber untuk mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi negara terkait kejahatan Siber.
"Soal Matra Cyber ini saya tegaskan bahwa Matra Cyber ini justru Lemhanas-lah yang pertama kali merekomendasikan, bilangnya.
Gavriel pun mendukung Lemhanas untuk terus berinvestasi di bidang inovasi teknologi serta pengembangan SDM melalui studi-studi internasional. Menurutnya, hal ini menjadi poin-poin krusial untuk dilakukan agar lembaga ini dapat menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
"Saya memandang bahwa penambahan anggaran tersebut patut untuk kita support karena memang relevan dan sangat dibutuhkan oleh Lemhanas dalam rangka meningkatkan kapasitas dan memperluas jaringan kerja demi kepentingan pertahanan dan keamanan nasional," tambahnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya