Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Penting, Moderasi Beragama & Cinta Tanah Air dalam Hadapi Ideologi Transnasional
Kamis, 14 November 2024 12:51 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pengurus Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU, M Najih Arromadloni, mengungkapkan adanya tren budaya populer yang dikembangkan organisasi terlarang guna menyisipkan ideologi atau paham yang bertentangan dengan Pancasila. Pria yang akrab disapa Gus Najih ini mengungkapkan, pergerakan tersebut tidak lagi konvensional seperti ceramah pada umumnya, melainkan dikemas lebih populer seperti seminar, workshop, reuni, atau pertemuan dengan skala besar.
Untuk menyikapi hal itu, Gus Najih berpendapat pentingnya menggelorakan semangat Hubbul Wathan Minal Iman atau mencintai Tanah Air bagian dari iman, di kalangan pemuda. “Cinta terhadap Tanah Air adalah fitrah, dan sejalan dengan ajaran agama,” kata Gus Najih, di Jakarta, Kamis (14/11/2024).
Dia melanjutkan, hakikat membela negara merupakan bagian dari membela agama. Kata dia, meskipun Hubbul Wathan Minal Iman bukan Hadits, namun secara substansi hal ini sesuai dengan semangat dan ajaran Nabi Muhammad SAW, sehingga hal ini perlu digelorakan untuk menjaga semangat nasionalisme, khususnya bagi para pemuda.
Baca juga : Bintang Muda Italia Nggak Sabar Hadapi Belgia Dan Prancis
“Nasionalisme sama sekali tidak bertentangan dengan Islam. Justru nasionalisme ini adalah hal yang diajarkan oleh Islam,” ucap Gus Najih.
Penulis buku Tafsir Kebangsaan ini memaparkan, banyak firman Allah yang menyerukan untuk mencintai Tanah Air, sebagaimana yang termaktub di dalam Al-Qur’an, yakni QS Al-Qasas ayat 85, QS Al-Baqarah ayat 126, QS Al-Taubah ayat 24, QS An-Nisa ayat 66, dan QS Al-Taubah ayat 122.
“Ketika ada yang mengatakan bahwa nasionalisme itu tidak ada dalilnya, tentu itu adalah ungkapan yang sangat sembrono. Karena hanya berdasarkan pembacaan yang dangkal atas Islam,” ujarnya.
Baca juga : Pengamat: Naturalisasi Pemain Sebuah Keniscayaan dalam Sepak Bola
Gus Najih juga menggarisbawahi pentingnya moderasi beragama sebagai cara untuk menjaga persatuan dan mengembalikan esensi Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. Menurutnya, masih banyak umat yang belum sepenuhnya memahami semangat kasih sayang yang diajarkan Islam. Penafsiran yang kaku dan tidak melihat karakter budaya bangsa memicu kegaduhan, intoleransi, dan radikal-terorisme yang mengatasnamakan agama.
“Kita perlu kembalikan agama ini kepada jati diri yang asli, yaitu Rahmatan Lil Alamin atau yang karakternya adalah Wasatiyah. Ini dalam bahasa Indonesia disebut moderasi beragama,” ucapnya.
Menurut Gus Najih, moderasi beragama menjadi solusi untuk membentengi generasi muda dalam menghadapi ideologi transnasional yang berpotensi mengarah kepada ekstremisme dan radikal-terorisme. Moderasi beragama menekankan pentingnya sikap toleran, menerima perbedaan, dan menolak segala bentuk kekerasan atas nama agama.
Baca juga : Pertamina NRE Jadi Motor Transisi Energi Nasional
Pendekatan ini tidak hanya bersifat vertikal dengan Tuhan, melainkan juga menjaga hubungan antarsesama, karena mengajak umat untuk fokus pada nilai-nilai luhur agama tanpa merusak prinsip kebangsaan. Harapannya, moderasi beragama mampu memberikan ‘vaksin’ kekebalan kepada masyarakat untuk menangkal pengaruh paham-paham radikal yang merusak persatuan bangsa.
“Moderasi beragama itu bukan menciptakan agama atau aliran yang baru tetapi sebetulnya adalah mengembalikan agama, memperkokoh posisinya posisi agama dalam jati diri yang aslinya tanpa ada penyimpangan-penyimpangan,” kata Gus Najih.
Dia berharap, melalui semangat Hubbul Wathan Minal Iman dan moderasi beragama dapat meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan, menjaga keharmonian di tengah keberagaman. “Ideologi transnasional, paham radikal dan ekstremisme dapat dilawan dengan sikap moderat, yang menghargai perbedaan dan menolak segala bentuk kekerasan,” tandas Gus Najih.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya