Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Siswa SMK Semarang Tewas Ditembak Oknum Polisi, Warga Desak Fakta Diungkap
Selasa, 26 November 2024 21:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Aliansi Masyarakat Peduli Anak dan Perempuan Kota Semarang, yang dipimpin Koordinator Rini Susanti, menggelar aksi damai untuk menuntut transparansi dan keadilan dalam kasus penembakan GRO (17), siswa SMK Negeri 4 Semarang sekaligus anggota Paskibra. Aksi ini berlangsung pada Selasa (26/11/2024), dengan melibatkan sekitar 40 peserta yang bergerak dari Bundaran Air Mancur Pahlawan menuju Mapolda Jawa Tengah.
Dalam aksi tersebut, peserta membawa tulisan keprihatinan, foto korban, dan bunga melati. Sesampainya di Mapolda Jawa Tengah, mereka meletakkan foto korban di bawah tulisan "Polda Jateng" dan menancapkan bunga melati di sekitarnya sebagai simbol duka dan seruan keadilan.
“Kami mendesak pihak kepolisian untuk segera mengungkap fakta kasus ini secara transparan dan jujur. Jangan ada yang ditutup-tutupi, karena ini menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum,” tegas Rini Susanti.
Baca juga : Di Masa Tenang, Awas Politik Uang
Ia juga mengungkapkan keprihatinannya atas tindakan oknum polisi terhadap korban yang merupakan generasi penerus bangsa.
"Kami sangat prihatin dengan apa yang dilakukan oleh oknum polisi terhadap anak-anak kita, generasi penerus bangsa. Penembakan seperti ini tidak perlu terjadi, apalagi sampai menimbulkan korban jiwa. Polisi seharusnya menghormati dan menjalankan Undang-Undang Perlindungan Anak. Kenakalan remaja tidak bisa diselesaikan dengan tindakan represif yang melanggar hukum," ujar Rini.
"Kami mendorong polisi untuk melakukan tindakan yang benar-benar adil untuk korban dan masyarakat Kota Semarang. Penegak hukum seharusnya memberikan contoh yang baik, bukan malah melanggar hukum. Kami mengingatkan bahwa tindakan seperti ini tidak hanya melukai korban dan keluarganya, tetapi juga merusak kepercayaan masyarakat terhadap polisi," tambahnya.
Baca juga : Kader Beringin Diimbau Solid Besarkan Partai
Aksi dilanjutkan ke SMKN 4 Semarang, tempat korban bersekolah. Para peserta kembali meletakkan foto korban yang dikelilingi bunga di bawah gapura sekolah sebagai simbol penghormatan terakhir kepada korban yang dikenal sebagai siswa berprestasi dan anggota Paskibra.
Sebelumnya, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar menjelaskan bahwa GRO diduga terlibat dalam tawuran antara gengster Tanggul Pojok, tempat korban bernaung, dan gengster Seroja di kawasan Jalan Candi Penataran Raya, Semarang Barat, Minggu dini hari (24/11/2024).
“Pada saat itu (Sabtu malam) kita tangani ada 3 lokasi tawuran, pertama di wilayah Gayamsari, kedua di Semarang Utara dan ketiga di Semarang Barat. Ini (kejadian di Semarang Barat) kami lakukan pemeriksaan terhadap 12 orang dari dua kelompok berbeda, Geng Seroja dan Geng Tanggul Pojok, korban ini (GRO) dari Geng Tanggul Pojok," kata Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar di kantornya, Senin (25/11/2024) malam.
Baca juga : 1 Juta Hektar Sawah Hilang, Swasembada Pangan Banyak Tantangan
Namun, keterangan polisi ini menuai berbagai spekulasi dari masyarakat. Beberapa pihak mendesak pembentukan Tim Pencari Fakta (TPF) independen untuk mengungkap kejadian sebenarnya. GRO dikenal sebagai siswa yang disiplin dan aktif di sekolah, sehingga tuduhan keterlibatannya dalam gengster dinilai tidak masuk akal oleh sejumlah pihak.
“Segera lakukan rekonstruksi secara terbuka agar masyarakat tidak lagi bertanya-tanya. Kami ingin keadilan untuk GRO dan keluarganya,” tambah Rini.
Aksi ini menegaskan bahwa masyarakat tidak hanya berduka atas kehilangan seorang siswa berprestasi, tetapi juga mengawal kasus ini hingga keadilan ditegakkan secara tuntas. Masyarakat Kota Semarang berharap transparansi kasus ini dapat menjadi langkah penting dalam memperbaiki citra dan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya