Dark/Light Mode

Sabtu Ini CIFP 2024 Siap Digelar, Founder FPCI: Ribuan Orang Sudah Mendaftar

Rabu, 27 November 2024 22:02 WIB
Founder FPCI Dino Patti Djalal memberikan keterangan pers di Sekretariat FPCI, Jakarta, Selasa (26/11/2024). (Foto: RM.ID/PYB)
Founder FPCI Dino Patti Djalal memberikan keterangan pers di Sekretariat FPCI, Jakarta, Selasa (26/11/2024). (Foto: RM.ID/PYB)

RM.id  Rakyat Merdeka - Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) kembali menyelenggarakan Conference on Indonesian Foreign Policy (CIFP), konferensi kebijakan politik luar negeri terbesar di dunia.

Memasuki tahun ke-10 penyelenggaraan, CIFP mengusung tema Can Middle Powers Calm the Storm and Fix the World?

CIFP merupakan konferensi politik luar negeri dan festival diplomasi tahunan. Mempertemukan pemangku kebijakan luar negeri dari seluruh Indonesia dan luar negeri. Untuk membahas prioritas dan inisiatif kebijakan luar negeri secara inklusif dan terbuka.

Baca juga : Banten Investment Forum 2024, Tawarkan Peluang dan Kemudahan Investasi

Pendiri FPCI Dino Patti Djalal menyebut, sudah ada ribuan orang yang mendaftar untuk menyaksikan acara yang akan digelar pada Sabtu, 30 November 2024.  Menurut Dino, animo dari akar rumput, mahasiswa, dan kampus, sangat besar.

"Ini menunjukkan bahwa semangat internasionalisme itu tinggi di kalangan pemuda dan mahasiswa," kata Dino, di Sekretariat FPCI, Jakarta, Selasa (26/11/2024).

CIFP tahun ini akan terdiri dari 22 sesi, 91 pembicara, 20 moderator, 27 pembicara asing, 19 duta besar. Beberapa tokoh internasional yang akan hadir antara lain, eks Kepala Intelijen Arab Saudi Pangeran Turki Al Faisal, eks Menteri Luar Negeri Australia Gareth Evans, Menteri Luar Negeri 2009-2014 Marty Natalegawa, dan CEO Sintesa Group Shinta Widjaja Kamdani.

Baca juga : Pospay Run 2024 Siap Digelar Di Bandung, Total Hadiah Rp 150 Juta

"Dan masih banyak lagi. Selain itu juga sejumlah pejabat tinggi negara yang akan hadir," kata mantan Wamenlu ini. 

Dino mengatakan, pelaksanaan CIFP 2024 berdekatan dengan satu bulan jalannya Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Mantan Dubes RI untuk Amerika Serikat ini menjelaskan, pihaknya merancang CIFP tahun ini untuk memberikan platform bagi Pemerintah Presiden Prabowo. Untuk menjelaskan pemikiran mereka mengenai politik luar negeri.

"Apa perspektifnya, apa strateginya, apa tantangannya, dan sebagainya," terangnya.

Baca juga : Pospay Run 2024 Siap Digelar di Bandung, Total Hadiah Rp150 Juta

Terkait tema tahun ini, co founder FPCI Dewi Fortuna Anwar menambahkan, itu merupakan gambaran peran negara kekuatan menengah, seperti Indonesia, dalam dunia yang tidak menentu. Kekuatan menengah, kata dia, bukan sekadar negara dengan kapasitas menengah dari segi hirarki kapasitas kekuatan klasik.

"Kekuatan menengah adalah masyarakat internasional yang baik, berbasis aturan, multilateral, dan akan cepat bersukarela untuk kebaikan publik," kata Dewi.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dalam acara yang bakal digelar si Kota Kasablanka, Jakarta Selatan itu, akan menghasilkan dua dokumen output. Yakni, survei ASEAN People’s Perception dan publikasi pertama Middle Power Insight.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.