Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pemantaun Hutan Manggrove Wilayah Adat Knasaimos, Papua Barat Daya
Senin, 9 Desember 2024 13:33 WIB
Pemantauan hutan mangrove oleh anak muda adat Knasaimos dan Dewan Adat Knasaimos, Sorong Selatan, Papua Barat Daya, telah dilaksanakan mulai dari Gamaro hingga Mlaswat. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa banyak pohon mangrove yang telah ditebang di berbagai lokasi. Pemantauan ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak dari penebangan yang tidak terkendali terhadap ekosistem mangrove.
Nabot Sreklefat, Ketua Komunitas Anak Muda Adat Knasaimos (AMAK), menyatakan bahwa pemantauan hutan mangrove harus menjadi tanggung jawab bersama. Ia mengajak seluruh anak muda adat di Knasaimos untuk bersama-sama menjaga keberlangsungan hutan mangrove. Menurutnya, hutan mangrove memiliki peran penting yang harus dijaga oleh semua pihak.Foto bersama masyarakat dan Dewan Adat Knasaimos dan komunitas amak (Foto: Dok. Pribadi/ewil)
Baca juga : Senator PFM Awasi Potensi Kecurangan Pilkada di Papua Barat Daya
Mangrove memainkan peran vital dalam ekosistem pesisir. Penebangan pohon-pohon ini dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan yang serius, termasuk erosi pantai, hilangnya habitat satwa, dan gangguan pada rantai makanan. Anak muda adat Knasaimos bersama Dewan Adat Knasaimos melakukan pemantauan ini sebagai bentuk kepedulian dan komitmen mereka terhadap pelestarian lingkungan, serta untuk mengambil langkah-langkah pencegahan lebih lanjut agar hutan mangrove dapat dilestarikan untuk generasi mendatang.
Kristian Segeitmena, Kepala Suku Marga Segeitmena, menerangkan bahwa banyak hutan mangrove di wilayah Knasaimos telah ditebang oleh para nelayan dari luar wilayah tersebut. Tindakan ini sangat merusak ekosistem, karena pohon mangrove memberikan manfaat besar bagi keberlangsungan ikan dan berbagai organisme lainnya. Oleh karena itu, perlu ada upaya kolektif untuk melindungi dan mempertahankan keberadaan hutan mangrove demi kebaikan bersama.
Baca juga : Pemerintah Komit Tangani Konflik Sosial di Adonara Barat
Laporan pemantauan ini diharapkan menjadi perhatian semua pihak, dari masyarakat lokal hingga pemerintah dan organisasi lingkungan, untuk bekerja sama dalam upaya konservasi hutan mangrove. Dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan demi menjaga keberlanjutan ekosistem yang sangat penting ini.
Ewil M. Woloin
Aktivis Lingkungan
Aktivis Lingkungan
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya