Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Meski APBN Tekor Rp 401,8 T, Anggaran Pendidikan Tetap Digaspol Naik 8,9 Persen
Rabu, 11 Desember 2024 23:08 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia pada 2024 mengalami defisit Rp 401,8 triliun per akhir November. Meski demikian, pemerintah tetap menambah alokasi dana untuk sektor pendidikan, naik hingga 8,9 persen pada 2025.
Meskipun tekor, Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan bahwa defisit masih di bawah target yang telah ditetapkan dalam APBN 2024, yaitu sebesar Rp 522,8 triliun.
"Makanya kita sebutkan 76,8 persen dari defisit yang ada dalam UU APBN 2024," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa, Rabu (11/12).
Baca juga : Pameran Pendidikan Tinggi Eropa Di Jakarta-Yogya, Hadirkan 87 Kampus Ternama
Defisit itu terjadi karena pendapatan negara hanya terkumpul sebanyak 89 persen dari target, atau sebesar Rp 2.492,7 triliun. Sementara belanja negara mencapai Rp 2.894,5 triliun.
Menurut Sri Mulyani, defisit tersebut ikut dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global dan tekanan besar pada Juli hingga Agustus. Sementara itu, belanja negara melonjak hingga 15,3 persen, karena program bantuan sosial dan subsidi yang digaspol pemerintah di tengah ketidakpastian ekonomi.
Kendati demikian, anggaran pendidikan tetap menjadi prioritas utama pemerintah. Dalam APBN 2025, anggaran untuk sektor pendidikan naik 8,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yakni mencapai Rp 724,3 triliun, atau 26,8 persen dari belanja pemerintah.
Baca juga : APBN 2025 Tekor 600 T, Prabowo Sudah Siapkan Solusinya
Dari total Rp 724,3 triliun itu, sekitar Rp 261,6 triliun anggaran pendidikan diplot untuk kementerian dan lembaga negara, termasuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang mendapatkan Rp 33,5 triliun, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Rp 57,6 triliun, serta Kementerian Agama dengan anggaran sebesar Rp 65,9 triliun.
Selain itu, Rp 347 triliun dialokasikan untuk pendidikan melalui transfer daerah. Kemudian Rp 80 triliun untuk pembiayaan pendidikan, termasuk untuk Dana Abadi Pendidikan sebesar Rp 25 triliun.
"Ini adalah belanja tertinggi fungsi pendidikan di APBN kita," ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya