Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Rakyatnya Rajin Donasi, Indonesia Jadi Negara Paling Dermawan Di Dunia
Kamis, 9 Januari 2025 18:47 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia kembali meraih predikat sebagai negara paling dermawan di dunia menurut World Giving Index (WGI) 2024 yang dirilis oleh Charities Aid Foundation (CAF).
Prestasi ini menjadikan Indonesia memimpin peringkat WGI selama tujuh tahun berturut-turut sejak 2017, setelah menyalip Myanmar. Survei ini melibatkan 145.702 peserta dari 142 negara dan wilayah, mencerminkan tingginya budaya berbagi masyarakat Indonesia.
Lembaga Survei KedaiKOPI turut menguatkan temuan ini melalui riset yang dilakukan pada Desember 2024 dengan melibatkan 1.116 responden. Dari survei tersebut, sebanyak 92,6 persen responden mengaku telah berdonasi sepanjang tahun 2024. Bahkan, 77,8 persen dari sektor informal juga berpartisipasi aktif dalam kegiatan donasi.
Baca juga : RI Resmi Jadi Anggota Penuh BRICS, Prabowo Makin Berkibar Di Dunia
“Dari seluruh responden, 95,1 persen menilai bahwa donasi sangat penting. Jadi, tidak mengherankan bila masyarakat Indonesia terus menduduki posisi teratas dalam World Giving Index,” ujar Direktur Riset dan Komunikasi Lembaga Survei KedaiKOPI, Ibnu Dwi Cahyo.
Menurut Ibnu, kedermawanan masyarakat Indonesia tidak hanya menjadi simbol solidaritas sosial, tetapi juga potensi besar dalam mendukung program-program pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Masyarakat kita punya sejarah panjang dalam membantu negara, mulai dari masa kemerdekaan hingga saat ini. Bahkan, Presiden Prabowo memberi teladan dengan menggunakan uang pribadinya dalam pelaksanaan percobaan makan bergizi gratis di beberapa daerah,” jelas Ibnu.
Baca juga : Jadi Anggota Penuh BRICS, Jalan Indonesia Menuju Negara Berpendapatan Tinggi
Survei KedaiKOPI juga mengungkap bahwa bentuk donasi masyarakat sangat beragam. Sebanyak 87,4 persen responden memberikan donasi berupa uang, 65,1 persen menyumbangkan barang, dan 29,6 persen mendonasikan waktu serta tenaga sebagai relawan. Ibnu menegaskan, semangat gotong royong ini adalah modal penting untuk menjaga kerukunan dan kesatuan bangsa.
Ibnu menyarankan pemerintah agar membuka ruang partisipasi masyarakat dalam program MBG dengan menyediakan mekanisme yang jelas dan transparan. Hal ini dapat melibatkan berbagai lembaga kemanusiaan untuk mengoptimalkan peran masyarakat dalam menyukseskan program tersebut.
“Dorongan masyarakat untuk berbagi di dalam negeri sangat besar, mencapai 98,2 persen. Pemerintah perlu merangkul mereka dengan memberikan platform yang jelas,” tambahnya.
Baca juga : Kloter Pertama Terbang 2 Mei, Ini Jadwal Rencana Perjalanan Haji 2025
Selain itu, tingginya kedermawanan masyarakat Indonesia juga dapat menjadi alat diplomasi internasional. Menurut Ibnu, kepedulian masyarakat terhadap isu kemanusiaan global, termasuk di Timur Tengah, menunjukkan kekuatan soft power Indonesia di mata dunia.
“Kepedulian masyarakat Indonesia yang tinggi dapat dimanfaatkan oleh Kementerian Luar Negeri sebagai alat diplomasi untuk memperkuat peran Indonesia dalam perdamaian dunia, sesuai cita-cita founding fathers kita,” tegasnya.
Prestasi ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya unggul dalam kedermawanan lokal, tetapi juga mampu menjadi teladan global dalam menciptakan harmoni dan solidaritas. Dengan terus menjaga budaya berbagi ini, Indonesia memperlihatkan bahwa semangat gotong royong tetap menjadi kekuatan utama bangsa.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya