Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Zuckerberg Buka-bukaan, CIA Bisa Baca Pesan WhatsApp Anda, Ini Cara Tangkalnya
Rabu, 15 Januari 2025 17:09 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - CEO Meta, Mark Zuckerberg, mengungkapkan bahwa Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) mampu membaca pesan WhatsApp pengguna di seluruh dunia. Hal ini diungkapkan Zuckerberg saat menjadi tamu di podcast The Joe Rogan Experience pada Sabtu (11/1).
Zuckerberg memaparkan bahwa meskipun WhatsApp menggunakan enkripsi end-to-end yang melindungi pesan dari server Meta, celah tetap ada pada perangkat pengguna.
“Hal yang dilakukan enkripsi adalah membuatnya agar perusahaan yang menjalankan layanan tidak melihatnya. Jika Anda menggunakan WhatsApp, tidak ada celah di mana server Meta melihat isi pesan itu,” ujar Zuckerberg, dikutip dari Wion, Minggu (12/1).
Baca juga : Dukung Kementan, TNI AD Siap Kerahkan Pasukan Wujudkan Swasembada Pangan
Namun, menurut Zuckerberg, pihak berwenang, termasuk CIA, dapat membobol perangkat menggunakan alat seperti spyware, termasuk Pegasus. Teknologi ini memungkinkan akses langsung ke data yang tersimpan di perangkat, termasuk pesan terenkripsi, foto, hingga riwayat panggilan.
Meski server Meta tidak memiliki akses langsung ke isi pesan, celah perangkat justru menjadi sasaran empuk. Zuckerberg menjelaskan bahwa pemerintah, termasuk badan intelijen, sering memanfaatkan kelemahan tersebut untuk mengakses data pribadi pengguna.
“Jika seseorang telah menyusup ke ponsel Anda, mereka dapat melihat semuanya. Mengenkripsi dan menghilangkannya (data) adalah standar keamanan dan privasi yang baik,” papar Zuckerberg.
Baca juga : Bangun Banten, Saatnya Pemimpin Baru Andra Soni Rangkul Semua Pihak
Diskusi mengenai isu ini mencuat usai jurnalis Tucker Carlson menuding CIA telah mengakses pesan pribadinya untuk mengganggu rencana wawancara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Meski mengakui adanya celah tersebut, Zuckerberg menegaskan bahwa Meta terus berinovasi untuk meningkatkan privasi pengguna. Salah satu fitur yang sudah diterapkan adalah disappearing messages, yang memungkinkan pesan otomatis terhapus setelah jangka waktu tertentu.
Fitur ini bertujuan untuk mengurangi jumlah data sensitif yang disimpan di perangkat, sehingga mempersulit pihak ketiga yang ingin menyusup.
Baca juga : Bertemu Yaqut, Imam Masjid Nabawi Bawa Pesan dari Raja Salman
Namun, Zuckerberg juga menekankan bahwa pengguna harus tetap waspada. “Pada akhirnya, jika perangkat Anda sudah disusupi, semuanya akan terlihat,” ujarnya.
Di sisi lain, pemerintah AS berpendapat bahwa kemampuan membobol perangkat diperlukan untuk memerangi kejahatan dan terorisme. Berdasarkan dokumen FBI tahun 2021, badan tersebut dapat mengakses komunikasi terenkripsi pada platform seperti WhatsApp dan iMessage melalui metode pencadangan cloud atau langsung dari perangkat pengguna.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya