Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Di Tanwir Aisyiyah, Menag Sampaikan Dukungan Penguatan Pemberdayaan Perempuan
Kamis, 16 Januari 2025 22:17 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, menegaskan pentingnya pemberdayaan perempuan sebagai fondasi ketahanan keluarga dan bangsa. Hal tersebut disampaikan Menag dalam Seminar Tanwir I Aisyiyah dengan tema “Ketahanan Keluarga”, di Jakarta, Kamis (16/1/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Menag turut menyoroti peran perempuan dalam menciptakan generasi berkualitas serta mendorong kesetaraan gender di Indonesia. Menag mengungkapkan, pemberdayaan perempuan harus menjadi prioritas utama.
"Tidak akan ada ketahanan keluarga tanpa pemberdayaan perempuan. Tidak ada ketahanan nasional tanpa kekuatan perempuan. Generasi yang baik hanya bisa lahir dari perempuan yang diberdayakan," tegas Menag.
Menag juga menyoroti ketimpangan relasi kuasa antara laki-laki dan perempuan yang menjadi akar dari berbagai masalah sosial, termasuk kekerasan seksual. Dalam sosiologi, relasi kuasa merujuk pada dominasi kekuatan satu pihak terhadap pihak lain.
Baca juga : Terima Ketua KPK, Menko Polkam Komit Dukung Pemberantasan Korupsi
Relasi kuasa yang timpang, ungkap Menag, disebabkan legitimasi penafsiran agama dan budaya masyarakat yang patriarkhis. Padahal, ajaran agama tidak demikian.
"Allah memberikan kekuatan kepada laki-laki dan perempuan secara seimbang. Tetapi budaya patriarki mengalihkan kekuatan perempuan kepada laki-laki, sehingga terjadi ketimpangan yang memicu patologi sosial," ujarnya.
Relasi kuasa, imbuhnya, harus digugat dan diprotes. Hal tersebut bisa dilakukan dengan meninjau kembali penafsiran yang timpang.
Penulis buku Argumen Kesetaraan Gender Perspektif Al-Quran ini menekankan pentingnya reinterpretasi terhadap pemahaman agama, khususnya fikih perempuan, untuk menghapus tafsir-tafsir yang bias gender.
Baca juga : Awal Tahun, BI Pangkas Bunga Acuan Ke Level 5,75 Persen
Relasi kuasa juga dapat menyebabkan problem perceraian. Menag menyoroti tingginya angka perceraian di Indonesia. Pada tahun 2023, 40 persen perceraian terjadi dalam lima tahun pertama pernikahan, dengan 80 persen kasus cerai gugat berasal dari kota besar.
Dia mengingatkan pentingnya menguatkan ketahanan keluarga dengan relasi yang adil. Pasalnya, problem perceraian rentan melahirkan orang miskin baru, terutama perempuan dan anak karena kebanyakan perempuan yang akhirnya menanggung nafkah keluarga.
Maka dari itu, Kementerian Agama telah meluncurkan berbagai program seperti perencanaan perkawinan, keluarga sehat, peningkatan ekonomi keluarga, dan generasi berkualitas bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, Kemendikdasmen, dan BKKBN. Menag juga menyerukan penyesuaian regulasi agar kebijakan yang ada tidak merugikan Perempuan tetapi mendukung pemberdayaan perempuan.
Dalam kesempatan tersebut, Menag mengajak para perempuan Aisyiyah untuk menjadi pelopor perubahan. Tidak hanya melakukan edukasi, tetapi juga aksi nyata di masyarakat.
Baca juga : Kapolri Hadiri Tanwir I Aisyiyah, Dukung Kesetaraan Gender
Di akhir paparan, Menag mengajak Aisyiyah untuk menjalin kerja sama formal dengan Kementerian Agama dalam mendukung pemberdayaan perempuan di Indonesia. Dia berharap, inisiatif ini dapat menciptakan perubahan signifikan dalam tiga tahun mendatang, khususnya dalam menyeimbangkan relasi kuasa dan mendorong regulasi yang berpihak pada perempuan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya