Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Pengurus Besar Matahari Pagi Indonesia meluncurkan Akademi Pemikiran Bapak Bangsa. Acara ini dipimpin langsung pendiri Matahari Pagi Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, didampingi Ketua Umum Sutia Budi dan Rektor Akademi Pemikiran Bapak Bangsa, Ahmad Fanani.
Dalam sambutannya, Dahnil Anzar menjelaskan, akademi ini lahir dari keprihatinan terhadap realitas politik Indonesia yang minim pemikiran mendalam dan dialektika substansial. Dunia akademik yang seharusnya menjadi ruang intelektual justru sering dijadikan ajang eksperimen politik.
"Oleh karena itu, akademi ini hadir sebagai upaya untuk menghidupkan kembali ruang publik sebagai arena dialektika yang sehat dan konstruktif," ucap Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) ini, dalam keterangan yang diterima redaksi, Senin (20/1/2025).
Baca juga : Pengamat: Jaksa Agung Munculkan Harapan dalam Penegakan Hukum yang Berkeadilan
Akademi ini juga bertujuan untuk membangkitkan minat baca di kalangan generasi muda dengan meneladani para Bapak Bangsa seperti Bung Karno, Tan Malaka, dan HOS Cokroaminoto, yang dikenal sebagai pemikir besar dan pembaca ulung. Dahnil menegaskan, kajian terhadap pemikiran para pendiri bangsa sangat penting untuk memahami fondasi kebangsaan dan arah perjuangan Indonesia ke depan.
Dahnil menambahkan, inisiatif ini sejalan dengan pesan Presiden Prabowo Subianto, terkait upaya memperbaiki dialektika politik Indonesia. Di sisi lain, menegaskan pendidikan merupakan jembatan terbaik untuk kemajuan dan persatuan bangsa.
"Akademi ini juga menjadi bagian dari perwujudan, komitmen Presiden Prabowo, yang dikenal sebagai sosok pembaca buku dengan dedikasi tinggi terhadap ilmu pengetahuan dan masa depan Indonesia," ucap mantan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah ini.
Baca juga : Apindo Harap Penarikan Cukai MBDK Dikaji Ulang
Peluncuran akademi ini diikuti peserta dari seluruh daerah di Tanah Air dengan menghadirkan sejumlah tokoh pemikir nasional yang membahas berbagai perspektif pemikiran para bapak bangsa. Beberapa tokoh yang akan hadir di antaranya Sukidi Mulyadi, Ahmad Muzani, Fadli Zon, dan Muhammad Anis Matta. Topik yang dibahas mencakup pemikiran nasionalisme, Islamisme, sosialisme HOS Cokroaminoto, pendidikan Islam, toleransi dan kebangsaan Kiai Hasyim Asy'ari, serta gagasan tentang Islam, pendidikan, dan pembaruan sosial dari KH Ahmad Dahlan.
Sebagai penutup, akademi ini akan menyajikan materi yang mengintegrasikan pemikiran para tokoh dalam konteks kekinian guna merumuskan solusi atas tantangan sosial, politik, dan ekonomi bangsa saat ini.
"Peluncuran Akademi Pemikiran Bapak Bangsa diharapkan menjadi langkah strategis dalam membangun kesadaran intelektual generasi muda serta memperkuat wawasan kebangsaan yang berlandaskan nilai-nilai luhur para pendiri bangsa," tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya