Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
MBG Hingga 3 Juta Rumah Picu Kepuasan Publik Terhadap Pemerintahan Prabowo
Selasa, 21 Januari 2025 19:24 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie menilai Presiden Prabowo Subianto merupakan sosok pemimpin yang berbicara dan bertindak sesuai janji.
Hal itu disampaikan Jerry Massie menyusul hasil survei Litbang Kompas yang mencatatkan kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo mencapai 80,9 persen.
Jerry mengatakan, dalam waktu kurang dari 100 hari kerja, publik telah menunjukkan kepercayaan besar kepada Prabowo. "Ini jauh melampaui pencapaian Presiden RI ke-7 Jokowi pada 2014 yang hanya memperoleh tingkat kepuasan 65,1 persen," kata Jerry dalam Webinar P3S bertajuk Menelisik 100 Hari Kerja Kabinet Prabowo-Gibran Rakabuming Raka, Selasa (21/1/2025).
Menurut Jerry, Prabowo berhasil memukau publik dengan beberapa program inovatifnya, seperti pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga yang berulang tahun, Makan Bergizi Gratis (MBG), pemutihan utang untuk UMKM, nelayan, dan petani, serta penghentian impor komoditas seperti jagung, garam, gula, dan beras.
Baca juga : Prabowo: Kabinet Bekerja Kompak, Tanpa Lelah
Selain itu, program pembangunan tiga juta rumah rakyat dan subsidi 50 persen biaya listrik menjadi sorotan utama. Jerry juga mengapresiasi kinerja beberapa menteri Kabinet Merah Putih (KMP).
Dia lantas mencontohkan Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Abdul Kadir Karding, Menteri Luar Negeri Sugiono, dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon. "Menteri-menteri tersebut menunjukkan kinerja solid dalam 100 hari pertama mereka kerja," ujar Jerry.
Sementara, pakar politik Reza Haryadi menilai, respons positif ini mencerminkan keberhasilan program-program yang dianggap pro-rakyat. Namun, ia juga mencatat bahwa beberapa kebijakan strategis di masa lalu, seperti Proyek Strategis Nasional (PSN) dan proyek pagar laut yang kontroversial, masih menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah.
"Hari ini saya kira menimbulkan berbagai macam apa namanya sentimen publik, semisal tentang kebijakan PSN misalkan yang dikaitkan dengan munculnya pagar laut yang katanya misterius jadi memang agak aneh," ucapnya.
Baca juga : 5 Aspek Penting yang Membuat Publik Puas terhadap Kinerja Presiden Prabowo
Di sisi lain, tantangan ekonomi menjadi catatan penting bagi pemerintahan Prabowo. Pakar ekonomi Fitra Faisal mengungkapkan, masalah struktural seperti penurunan kelas menengah sebanyak 9,5 juta orang sejak 2019 menjadi pekerjaan rumah besar. Ia juga menyoroti pertumbuhan ekonomi yang stagnan.
"Mengingat, konsumsi belum mampu melampaui angka 5 persen," sebut Fitra Faisal.
Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan, memperingatkan potensi krisis fiskal jika Pemerintah tidak mengelola rasio utang dan penerimaan pajak dengan cermat. Dengan rasio pajak hanya sekitar 9 persen, Anthony menyebut ada risiko kenaikan pajak yang dapat membebani masyarakat.
"Saya kira hasil penerimaan pajak ini di tahun 2005 ini akan turun dengan tingkat belanja sama. Maka mau tidak mau harus tambahan pinjaman yang lebih mengkhawatirkan bunga pinjaman mencapai 24 persen dari perpajakan kemampuan fisikal sangat rentan," tuturnya.
Baca juga : Komunikasi Efektif Pengaruhi Tingkat Kepuasan Terhadap Kinerja Prabowo-Gibran
Direktur Rumah Politik Fernando Emas menilai bahwa Prabowo perlu menjauhkan diri dari bayang-bayang Pemerintahan sebelumnya. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah harapan publik akan pertemuan antara Prabowo dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, yang hingga kini belum terwujud.
"Pak Prabowo harus memiliki sikap yang jelas," pungkas Fernando Emas.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya