Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan memerhatikan kearifan lokal setiap daerah. Untuk menu makanan misalnya, di daerah tertentu yang biasa makan serangga, maka serangga bisa dijadikan salah satu menu alternatif.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan, serangga bisa menjadi salah satu menu alternatif untuk memenuhi kebutuhan protein masyarakat. Sebab, di sebagian daerah di Indonesia, masyarakatnya memakan serangga atau sejenisnya.
"Mungkin saja ada satu daerah suka makan serangga, belalang, ulat sagu, bisa jadi bagian protein," kata Dadan, dalam Rapimnas Perempuan Indonesia Raya (PIRA) Gerindra, di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (25/1/2025).
Dadan menerangkan, menu yang disajikan BGN diambil dari sesuatu yang menjadi kearifan lokal suatu daerah. Yang terpenting, kebiasaan yang masyarakat makan mengandung kandungan yang gizinya jelas. Sebab, standar gizi menjadi prioritas utama BGN dalam menjalankan MBG untuk masyarakat.
Baca juga : Presiden & Ketum PDIP: Saling Perhatian, Tapi Tidak Satu Barisan
Dadan memaparkan, jika daerah tertentu memiliki kebiasaan makan telur, maka BGN akan memprioritaskan telur sebagai menu utama.
"Badan Gizi tidak menetapkan standar menu nasional, tetapi menetapkan standar komposisi gizi. Nah, isi protein di berbagai daerah itu sangat tergantung potensi sumber daya lokal dan kesukaan lokal. Jangan diartikan lain ya," ucap Dadan.
Begitu juga dengan menu yang mengandung karbohidrat. Apabila suatu daerah biasa mengkonsumsi jagung, BGN akan mengadakan persediaannya. Jadi, tidak selalu nasi. "Meskipun nasi mungkin diberikan juga," imbuhnya.
Ia lalu memberi contoh masyarakat di Halmahera Barat yang terbiasa makan singkong dan pisang rebus untuk asupan karbohidrat. "Itu contoh ya, contoh bagaimana keragaman pangan itu bisa diakomodir dalam program makan bergizi," terang Dadan.
Baca juga : 3 Komisioner KPU Palopo Terbukti Langgar Kode Etik
Selama ini, pelaksanaan MBG terus dipantau dan dievaluasi. Jumat (24/1/2025), Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau pelaksanaan MBG di SMA Yayasan Ki Hajar Dewantoro, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Gibran tiba sekitar pukul 10.20 WIB. Kedatangannya disambut antusias para siswa.
Di sekolah itu, sebanyak 1.525 porsi makanan bergizi didistribusikan. Menu makanannya variatif, meliputi nasi putih, potongan ayam goreng, tempe orek, sayur labu jagung, sepotong buah semangka, dan susu kemasan.
Dalam sambutannya, Gibran menyampaikan, keterlibatan aktif Pemerintah Daerah dalam program MBG menjadi elemen penting untuk memperkuat fondasi pembangunan bangsa di masa depan. Menurutnya, penyiapan generasi penerus yang kuat, cerdas dan semangat merupakan keniscayaan.
Karena itu, Gibran meminta Pemerintah Daerah agar terus meningkatkan peran dan kontribusi dalam menyukseskan program MBG. Baik itu dari sisi sarana prasarana, sosialisasi dan edukasi, maupun pemberdayaan komunitas lokal.
Baca juga : Pengunjung Parkir Di Trotoar Bakal Diderek
Gibran meyakini, partisipasi aktif perangkat daerah dalam MBG tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kesehatan anak-anak, tetapi juga membangun kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya asupan gizi seimbang, sebagai investasi berharga bagi masa depan bangsa.
Menanggapi ini, Penjabat (Pj) Gubernur Banten A Damenta menyampaikan kesiapan Pemprov Banten untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Pusat dalam memastikan program MBG berjalan lancar. Damenta menjelaskan, Pemprov Banten telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 316 miliar untuk menyukseskan program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu. Sasarannya untuk 14.716 lembaga pendidikan formal maupun non-formal. Mulai dari Taman Kanak-kanak, Kelompok Bermain, Taman Pendidikan Alquran, Satuan PAUD Sejenis, Lembaga Pendidikan Kewarganegaraan, Sanggar Kegiatan Belajar, hingga SMP.
"Kami sudah siap semua. Tinggal kita menunggu juknis, juklak lebih lanjut dan arahan lebih lanjut dari Pemerintah Pusat," jelas Damenta.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya