Dark/Light Mode

Distribusi LPG 3 Kg, Tamliha Harap Satu Desa Satu Pangkalan Berjalan

Selasa, 4 Februari 2025 23:16 WIB
Mantan Anggota DPR RI Syaifullah Tamliha. Foto: Istimewa
Mantan Anggota DPR RI Syaifullah Tamliha. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto akhirnya menghentikan sementara kebijakan baru pembelian gas melon LPG 3 Kg yang mewajibkan konsumen membelinya langsung di pangkalan.

Mantan Anggota DPR RI Syaifullah Tamliha mengapresiasi. Sebab langkah ini perlu dilakukan sebelum Pemerintah betul-betul memiliki data yang valid tentang data kemiskinan.

"Melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), kouta subsidi dalam APBN Tahun Anggaran 2025 masih sangat terbatas yang tidak mungkin memenuhi konsumsi kebutuhan seluruh rakyat Indonesia," kata politisi senior PPP ini, Selasa (4/1/2025).

Baca juga : Penataan Distribusi LPG 3 Kg: Pengecer Berperan Menjadi Sub Pangkalan

Tamliha mengingatkan, Badan Anggaran DPR pada pembahasan RAPBN TA 2022 telah menyepakati dengan Pemerintah, bahwa subsidi LPG 3 kg mulai tahun 2023 tidak lagi dalam bentuk barang, tapi kepada orang.

Artinya LPG 3 kg tetap beredar di masyarakat dengan harga keekonomian, misalnya Rp 45.000 per tabung.

Nah, orang miskin diberikan uang oleh pemerintah Rp 135.000 per bulan untuk bisa membeli LPG 3 kg dengan asumsi orang miskin kebutuhan per bulan 3 buah tabung.

Baca juga : Antisipasi Lonjakan Harga Pangan Jelang Ramadan

"Namun, karena pencitraan menjelang Pileg dan Pilpres, kebijakan tersebut dilanggar," ujar dia.

Menurut Tamliha, distribusi LPG 3 kg juga ditetapkan dengan cara OVOO (One Village One Outlet) atau setiap satu desa terdapat satu pangkalan. Namun mekanisme distribusi ini tidak berjalan.

Bukannya membuat pangkalan baru di setiap desa, malah memperbanyak jumlah agen baru yang tak menerapkan sistem OVOO tersebut.

Baca juga : Pembelian LPG 3 Kg Hanya Di Pangkalan Resmi Pertamina, Begini Cara Cek Lokasinya

"Pola distribusi semacam itu sebenarnya sudah melalui kajian mendalam dan sesuai fakta di masyarakat, namun tidak konsisten dalam pelaksanaan. Saya yakin Pak Prabowo yang saya kenal sejak tahun 1994 akan bijak dan tegas demi kepentingan rakyat," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.