Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO) Hasan Nasbi menjawab isu Presiden Prabowo Subianto akan melakukan reshuffle usai Lebaran Idul Fitri 2025. Kata Hasan, perihal kocok ulang menteri hanya Prabowo yang tahu.
"Soal kapan waktunya, siapa orangnya, itu betul-betul hanya Presiden yang tahu. Yang luar kan cuma menerka-nerka saja," kata Hasan Nasbi di kantor PCO, Gambir, Jakarta, Jumat (7/2/2025).
Baca juga : Kata Pesaing Beratnya, Sinner Masih Yang Terbaik
Hasan mengatakan, belum punya informasi mengenai kapan rencana perombakan kabinet bakal dilakukan. Meski dalam pidato Presiden di Hari Ulang (Harlah) ke-12 Nahdlatul Ulama (NU) sudah menyinggung mau mengganti pihak yang tidak sejalan dengan arah pemerintahannya.
"Presiden kan selalu memberikan arahan termasuk juga memberi pengingat kepada anggota kabinet. Jadi ini sesuatu yang disampaikan berlaku umum. jadi buat semua orang, semua pihak," ujarnya.
Baca juga : Marshanda, Kesepian Tanpa Pasangan
Tujuannya, lanjut Hasan, supaya anggota kabinet itu betul-betul murni bekerja demi kepentingan rakyat. Serta tidak membawa kepentingan lain dalam rangka bekerja dengan Presiden.
"Jadi siapapun itu yang tidak mau seirama gerak langkahnya bersama presiden, nanti akan dapatkan evaluasi dari presiden. Jadi bukan ditujukan untuk orang-orang tertentu," papar dia.
Baca juga : Hari Pertama Jadi Presiden, Donald Trump Banyak Tingkah
Menurut Hasan, kondisi Kabinet Merah Putih (KMP) saat ini juga masih baik. Bahkan dalam beberapa rapat, Prabowo kerap memuji kinerja yang dilakukan jajarannya. Termasuk approval rating yang diberikan oleh tiga survei juga masih membuktikan apresiasi yang diberikan presiden itu sesuai.
"Kompas 80,9 persen, Indikator 79 persen, LSI 80,9 persen, ini kan bukti bahwa memang apresiasi yang diberikan presiden itu memang sesuai dengan fakta yang juga dirasakan masyarakat," imbuh Hasan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya