Dark/Light Mode

Desain Gedung Legislatif Dan Yudikatif Di IKN

Presiden Perintahkan PU Studi Banding Ke Mesir, Turki Dan India

Jumat, 14 Februari 2025 08:00 WIB
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo. (Foto: Instagram/kementerianpu)
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo. (Foto: Instagram/kementerianpu)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto meminta desain gedung legislatif dan yudikatif yang akan dibangun di Ibu Kota Nusantara (IKN) direvisi. Agar revisi itu maksimal, Presiden memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo studi banding ke Mesir, Turki, dan India.

“Pada rapat terakhir dengan Pak Prabowo, meminta studi banding ke tiga negara, yaitu Mesir, Turki, dan India,” kata Dody di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Kamis (13/2/2025).

Kenapa ke Mesir, Turki, dan India? Menurut Dody, Presiden menganggap ketiga negara tersebut memiliki karakteristik yang cukup mirip dengan Indonesia. Ditambah lagi, Prabowo pernah melihat langsung konstruksi bangunan kompleks legislatif dan yudikatif di ketiga negara Asia itu.

“Dari situ, tim nanti akan merekonstruksi gambarnya dan akan disampaikan ke Presiden lagi,” ungkap Dody.

Baca juga : Parpol Koalisi Pemerintah Konsolidasi Di Hambalang

Dody menambahkan, informasi lebih lanjut akan diberikan melalui Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Desain IKN. “Ketua tim desainnya Bu Wamen,” ucapnya.

Sebelumnya, Wamen Diana menjelaskan, Presiden ingin bangunan untuk gedung legislatif dan yudikatif terlihat kokoh dan modern.

“Karena Indonesia itu ya harusnya sekarang menunjukkan yang lebih kokoh, yang lebih modern,” sebut Wamen Diana di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat (7/2/2025).

Karena permintaan baru itu, lanjut Diana, maka Kementerian PU mengubah kembali hasil sayembara yang sudah ditetapkan. Desain kedua gedung akan direvisi ulang. Desain gedung legislatif dan yudikatif masih masuk ke lingkup PU. Sementara untuk pembangunan infrastruktur baru akan lebih banyak ditangani Otorita IKN (OIKN).

Baca juga : Pilbup Ulang Di Bangka Kurang Rp 17 Miliar

Sementara itu, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono menyebut, ada 5 investor swasta lokal dan asing yang siap menanamkan duitnya di IKN. Diperkirakan nilai investasinya mencapai Rp 6,49 triliun.

Basuki mengatakan, angka tersebut merupakan data investor masuk per Januari 2025. Perusahaan yang siap menanamkan duitnya di IKN berasal dari berbagai sektor, mulai dari pendidikan, hotel, hunian, ritel, hingga perkantoran.

“Ada investasi swasta murni dan BUMN sebesar Rp 6,49 triliun,” kata Basuki, dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi II DPR RI di Senayan, Jakarta, Rabu (12/2/2025).

Basuki pun merincikan kelima perusahaan tersebut antara lain ada Universitas Negeri Surabaya (UNS) Kampus Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) dengan luas lahan 2,19 hektare (ha), berlokasi di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1B. Estimasi nilai investasi sebesar Rp 150 miliar, dengan rencana pembangunan mulai 2025.

Baca juga : RDF Plant Rorotan Siap Beroperasi Tahun Ini

Lalu PT Makmur Berkah Hotel yang akan membangun hotel bintang lima internasional dengan luas lahan 2,04 ha di KIPP 1A. Estimasi nilai investasi sebesar Rp 950 miliar, dengan rencana pembangunan mulai tahun 2025.

Selanjutnya ada PT Citradel Group Indonesia, perusahaan asal Malaysia yang akan membangun townhouse dan mixed-use di lahan seluas 2,17 ha di KIPP 1A. Estimasi nilai investasi sebesar Rp 3,97 triliun, dengan rencana pembangunan mulai tahun 2025.

Lalu ada PT Vitka Delifood yang akan membangun Rumah Makan (RM) Padang Sederhana dan Momoo Juice di lahan seluas 0,35 ha di KIPP 1A. Estimasi nilai investasi sebesar Rp 20 miliar, dengan rencana pembangunan mulai tahun 2025.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.