Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Profil Brian Yuliarto, Ilmuwan Top Dunia Yang Disebut Bakal Geser Menteri Satryo
Rabu, 19 Februari 2025 14:37 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Isu reshuffle Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro semakin kencang. Posisinya akan digantikan oleh Prof Brian Yuliarto. Demikian kabar dari lingkungan Istana. Siapa sebenarnya Prof Brian satu ini?
Profil Singkat Prof. Brian Yuliarto
Prof. Brian Yuliarto merupakan seorang Guru Besar di Fakultas Teknologi Industri (FTI) Institut Teknologi Bandung (ITB) yang memiliki keahlian dalam bidang nanoteknologi dan teknologi kuantum. Lahir di Jakarta pada 27 Juli 1975, ia dikenal sebagai akademisi berprestasi sejak masa sekolah.
Setelah menamatkan studi sarjana di Jurusan Teknik Fisika ITB pada tahun 1999, ia melanjutkan pendidikan magister dan doktor di University of Tokyo, Jepang, dengan fokus pada Quantum Engineering and System Science. Latar belakang keilmuan ini menjadikannya salah satu pakar terkemuka di bidang material canggih dan teknologi nano.
Sejak bergabung dengan ITB pada 2006, Prof. Brian aktif melakukan penelitian dan menempati berbagai posisi strategis, di antaranya:
• Dekan Fakultas Teknologi Industri ITB (2020–2024)
• Kepala Research Center on Nanoscience and Nanotechnology ITB (2019–2020)
• Visiting Professor di Tsukuba University, Jepang (2021-sekarang)
• Ketua Kelompok Keahlian Advanced Functional Materials (AFM) ITB (2018–2020)
• Kepala Lembaga Kemahasiswaan ITB (2010–2016)
• Komite Perencana BAPPEDA Jawa Barat (2012–2016)
Baca juga : PetroChina Berikan Bantuan untuk Korban Kebakaran Desa Sungai Itik Tanjab Timur
Fokus Penelitian dan Inovasi
Sebagai ilmuwan, Prof. Brian dikenal karena kontribusinya dalam riset nanoteknologi, khususnya dalam pengembangan sensor berbasis material nano yang dapat digunakan di berbagai sektor, termasuk medis dan lingkungan. Beberapa inovasi risetnya meliputi:
• Sensor deteksi gas berbahaya dan polutan untuk meningkatkan keamanan industri dan lingkungan.
• Alat diagnosis penyakit seperti demam berdarah, hepatitis, dan kanker dengan sensitivitas tinggi.
• Teknologi nanoporous yang meningkatkan akurasi dalam deteksi zat berbahaya.
Sejumlah temuannya telah mendapatkan hak paten dan diakui sebagai inovasi unggulan dalam bidang nanoteknologi.
Prestasi dan Penghargaan
Reputasi Prof. Brian sebagai ilmuwan kelas dunia dibuktikan dengan berbagai penghargaan bergengsi, di antaranya:
• Habibie Prize 2024 atas kontribusinya dalam pengembangan nanoteknologi.
• World’s Top 2 persen Scientist 2024, berdasarkan pemeringkatan Stanford University.
• Top 1 Indonesia Researcher dalam bidang Nanoscience & Nanotechnology (2023).
• Peneliti Terbaik ITB 2021 dan Dosen Berprestasi ITB 2017.
Dalam dunia akademik, Prof. Brian telah menghasilkan lebih dari 326 publikasi terindeks Scopus dengan total 5.506 sitasi dan h-index 43. Di Google Scholar, ia memiliki 410 publikasi dengan 6.600 sitasi.
Baca juga : Berkat Bantuan Bupati Poso, Hillary Temukan Korban Hilang Asal Manado
Jika benar ditunjuk menggantikan Satryo Soemantri Brodjonegoro, diharapkan kepemimpinannya dapat membawa inovasi serta meningkatkan daya saing riset nasional di kancah global.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Istana mengenai kepastian reshuffle. Jika benar terjadi, Menteri Satryo adalah satu-satunya menteri Kabinet Merah Putih (KMP) yang akan dicopot sore ini.
Tiga pejabat lainnya yang dilantik di waktu yang bersamaan dengan Mendikti Saintek baru adalah pimpinan Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN), Badan Pusat Statistik (BPS), serta Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Desakan pencopotannya dimulai dari anak buahnya sendiri, yakni sejak aksi protes pegawai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada 20 Januari 2025 lalu.
Baca juga : Soal Rencana Pertemuan Trump-Putin, Pihak AS Disebut Belum Kontak Rusia
Saat itu, sejumlah ASN menggelar unjuk rasa memprotes pemberhentian mendadak salah satu pegawai. Meskipun dikabarkan sudah berakhir damai, ibaran api di dalam sekam, publik masih menyimpan amarah atas sikap yang dinilai arogan tersebut. Itu terlihat dalam poster dan spanduk-spanduk yang diusung dalam sejumlah aksi demonstrasi belakangan ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya