Dark/Light Mode

Profil Nasaruddin Umar, Imam Besar Masjid Istiqlal Yang Kini Jadi Menteri Agama

Minggu, 20 Oktober 2024 22:27 WIB
Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. Foto: Instagram/nasaruddin_umar
Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. Foto: Instagram/nasaruddin_umar

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto baru saja mengumumkan susunan menteri Kabinet Merah Putih, malam ini, di Istana Negara, Jakarta, Ahad (20/10). Salah satu dari jejeran menteri tersebut adalah Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA.

Imam besar Masjid Istiqlal Jakarta ini ditunjuk menjadi Menteri Agama (Menag). Tidak meleset dari perkiraan sebelumnya, usai dipanggil menghadap Prabowo di kediamannya, Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, awal pekan lalu, Senin (14/10).

Ia mengaku tak menyangka akan dipilih oleh Prabowo mengisi salah satu pos menteri di kabinetnya. Karena penunjukkannya itu terbilang mendadak. Belum pernah ada pembahasan jauh hari sebelumnya.

"Saya baru jam enam sore tadi ditelepon, setelah berbuka puasa," ungkapnya, ketika bertandang kediaman Prabowo, Senin (14/10) lalu.

Kendati demikian, Guru Besar Bidang Tafsir ini bukan orang baru di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag). Ia pernah menjabat sebagai Wakil Menag dari tahun 2011 sampai 2014.

Profil Singkat Menteri Agama Nasaruddin Umar

Baca juga : Persaingan Barca Dan Madrid Mulai Panas, Lewandowski Menyala

Nasaruddin Umar lahir pada 23 Juni 1959 di Ujung-Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel). Ia dikenal punya dedikasi yang tinggi terhadap dunia pendidikan. 

Peraih bintang Mahaputra Utama tahun 2014 ini menyelesaikan pendidikan dasar di SD Negeri Ujung-Bone sebelum melanjutkan studi di Pesantren As'adiyah, Sengkang. 

Gelar sarjana diraihnya dari IAIN Alauddin Ujung Pandang pada 1984 dengan predikat sebagai Sarjana Teladan.

Nasaruddin kemudian melanjutkan pendidikan pascasarjananya di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, di mana ia meraih gelar Magister pada 1992 dan gelar doktoral pada 1998 dengan disertasi mengenai perspektif gender dalam Al-Qur'an. 

Selain itu, ia juga berkesempatan menjadi mahasiswa tamu di sejumlah universitas ternama di luar negeri, seperti McGill University di Kanada dan Leiden University di Belanda. 

Baca juga : Harga Batubara Dan Mineral Naik, Ini Rincian Harga Yang Dipatok Menteri Bahlil

Sebagai tokoh Islam terkemuka, Nasaruddin juga dikenal sebagai pejuang perdamaian dan dialog antarumat beragama. 

Ia mendirikan organisasi yang berfokus pada dialog lintas agama, untuk membangun jembatan antara berbagai komunitas di Indonesia. 

Selain itu, ia juga aktif menuangkan buah pikirannya lewat berbagai buku atau karya ilmiah. Imam Besar Masjid Istiqlal ini juga masih aktif menuangkan pikiran-pikiran segarnya, di rubrik Taulitik atau Tausiah Politik yang terbit setiap hari di Harian Rakyat Merdeka.

Pada tahun 2024, Nasaruddin berperan penting dalam penandatanganan dokumen Deklarasi Bersama Istiqlal 2024 dengan pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia, Paus Fransiskus, yang berkunjung ke Indonesia beberapa waktu lalu.

Penghargaan Dan Prestasi

Karier Nasaruddin diwarnai dengan berbagai penghargaan bergengsi. Ia dianugerahi Bintang Mahaputera Utama oleh Presiden pada tahun 2014, sebagai pengakuan atas kontribusinya dalam bidang keagamaan dan sosial. 

Baca juga : Masih Banyak Yang Tergiur PMI Ilegal

Penghargaan lain, Nasaruddin pernah didapuk sebagai Doktor terbaik IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, tahun 1999. Ia juga menerima Bintang Karya Satya dari Presiden, tahun 2001.

Tak cuma dari dalam negeri, deretan penghargaan juga datang dari berbagai lembaga internasional. Salah satunya, penghargaan Internasional Best Leadership Award tahun 2002, dari International Human Resources Develeopment Program (IHRDP) 

Dengan pengalaman yang luas dan dedikasi yang kuat, Nasaruddin Umar dinilai sangat berkompeten untuk mengemban amanah sebagai Menteri Agama di kabinet Prabowo-Gibran.

Selamat bertugas, pak Kyai.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.