Dark/Light Mode

Cegah Pendaki Gugur Di Piramida Cartensz

PMA: Bangun Pendakian Resmi Dan Libatkan Orang Papua

Minggu, 2 Maret 2025 13:59 WIB
Piramida Cartensz. Foto: Istimewa
Piramida Cartensz. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Papua Mountaineering Association (PMA) Maximus Tipagau turut berduka atas gugurnya dua pendaki asal Malang, yaitu Lilie Wiyati Poegiono dan Elsa Laksono saat mendaki Piramida Cartensz di Papua, Sabtu (1/3/2025) malam.

"Saya berduka cita atas meninggalnya pendaki yang gugur di Cartenz, baik itu dari Indonesia maupun luar negeri. Mereka melakukan ekspedisi pendikan tentu karena kecintaan terhadap gunung," kata Maximus kepada wartawan, Minggu (2/3/2025).

Lahir dan besar di Kampung Bulapa, Distrik Ugapa, Intan Jaya, Maximus mengamini, Piramida Cartensz memiliki keistimewaan untuk dinikmati keindahannya.

Bahkan, dunia mengakuinya sebagai Seven Summit atau tujuh puncak tertinggi di tujuh benua di dunia. Puncak Cartensz berketinggian 4.884 mdpl. Namun, pria asal Suku Moni ini menegaskan perlu persiapan matang sebelum mendaki Puncak Cartensz.

Misalnya, berkomunikasi dahulu dengan organisasi pendakian gunung setempat, seperti PMA. Nantinya, akan didiskusikan jalur pendakian terbaik menuju puncak.

Baca juga : Pram Tidur Pulas, Bangun Paling Pagi

"Menuju Piramida Cartensz itu perlu aklimatisasi atau penyesuaian kondisi tubuh minimal lima hari. Gunung itu tidak jahat, tapi kita harus mengikuti peraturan," katanya.

Diamininya, belum ada peraturan yang tegas dari pemerintah untuk mengelola pendakian Piramida Cartensz. Menurutnya, tidak sedikit para pendaki baik dalam maupun luar negeri secara illegal melakukan pendakian. Ini, perbuatan berbahaya yang merugikan pendaki dan warga sekitar.

Harapannya, Pemerintah Pusat bersinergi dengan Pemerintah Daerah dan instansi terkait untuk membuat regulasi dan melibatkan masyarakat setempat sebagai pemilik hak ulayat. Pasalnya, pegunungan di Papua, dianggap tempat sakral bagi masyarakat.

"Dalam hal ini Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Kehutanan, Pariwisata, Polisi hingga TNI mari kita buat pendakian ini aman dan nyaman. Membangun masyarakat lokal juga," tegasnya.

Maximus menceritakan gunung ini sangat sakral bagi penduduk setempat, sehingga banyak nama disematkan untuk atap Indonesia itu.

Baca juga : Wagub Rano Ajak Pelaku Tawuran Di Jakarta Latihan Beladiri Dan Ikut Bertanding

Diceritakannya, nenek moyang Suku Moni menyebutnya Mpaigela. Mpai artinya larangan dan gela artinya batu. Disebut batu larangan karena Suku Moni, menganggap tak akan ada yang sanggup naik ke puncak gunung itu.

Jika mencoba menaklukkannya akan celaka. Supaya tidak ada yang celaka, maka muncullah larangan pergi ke sana sehingga disebut Mpaigela.

Sebutan lain dari Suku Amungme adalah Newangkawi, yang artinya panah putih. Sementara suku lain menyebutnya Ndugu Ndugu yang artinya tempat tinggi yang tertutup salju tempat roh nenek moyang berdiam. "Beragam nama ini saja, membuktikan Cartensz harus dijaga dengan baik," katanya.

Sebelumnya, dua pendaki benama Lilie Wijayati Poegiono dan Elsa Laksono meninggal dunia Puncak Jaya atau yang juga dikenal dengan Piramida Carstensz di Papua. Kabar ini disampaikan jurnalis Andreas Harsono, teman SMA Lilie di Malang.

Menurut Andreas, dari grup sekolah, dua temannya yang dikabarkan meninggal itu memakai kaos bertulisan "Indonesia Expedition".

Baca juga : Menteri Maman Bikin Gebrakan Menarik

Belum ada informasi detail perihal penyebab kematian dua pendaki tersebut. Andreas pun menulis cuitan di X yang menginformasikan wafatnya Lilie dan Elsa.

"Lilie Wijayati dan Elsa Laksono, keduanya berumur 60 tahun, meninggal dunia karena kedinginan di Puncak Cartensz, dekat Timika, Papua," tulis Anderas, dilansir dari Tempo, Minggu (2/3/2025).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.