Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ini Lho Penyebab Harga Minyak Mentah Indonesia Turun Di Februari 2025
Kamis, 13 Maret 2025 13:26 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menetapkan rata-rata harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) bulan Februari 2025 sebesar 74,29 dolar AS per barel. Angka ini mengalami penurunan sebesar 2,52 dolar AS per barel dibandingkan ICP Januari 2025 yang berada di angka 76,81 dolar AS per barel. Ketetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 90.K/MG.01/MEM/2025 yang diterbitkan pada 11 Maret 2025.
Penurunan ICP sejalan dengan tren pelemahan harga minyak mentah utama di pasar internasional. Salah satu faktor utama yang memengaruhi harga minyak global adalah kekhawatiran pasar terhadap potensi penurunan permintaan akibat kebijakan tarif baru yang diterapkan Amerika Serikat (AS) terhadap Kanada dan Meksiko. Selain itu, pasar juga merespons meredanya ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina, serta indikasi pelonggaran sanksi terhadap Rusia yang berpotensi menciptakan oversupply minyak di pasar global.
Plt. Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM, Chrisnawan Anditya, menjelaskan bahwa kebijakan tarif impor AS untuk negara-negara Uni Eropa yang berpotensi mencapai 25 persen juga turut menjadi penyebab turunnya harga minyak mentah dunia.
Baca juga : Buka Lapangan Kerja, Microsoft Indonesia Siap Luncurkan Cloud Region Di Kuartal ll
“Salah satu penyebab penurunan harga minyak mentah di pasar internasional, antara lain kekhawatiran pasar atas potensi penurunan permintaan minyak dunia akibat penetapan tarif AS untuk Kanada dan Meksiko yang direncanakan akan segera diberlakukan, serta potensi penetapan tarif impor AS untuk negara-negara Uni Eropa hingga 25 persen,” ujar Chrisnawan di Jakarta, Kamis (13/3).
Dampak Tarif Balasan Tiongkok dan Peningkatan Produksi Non-OPEC
Selain kebijakan tarif dari AS, Chrisnawan menambahkan bahwa Tiongkok juga menetapkan tarif balasan terhadap AS yang mulai berlaku sejak 10 Februari 2025. Tarif ini mencakup bea masuk 10 persen untuk minyak mentah, kendaraan, dan mesin pertanian, serta 15 persen untuk batu bara dan gas alam cair (LNG).
Di sisi lain, laporan bulanan International Energy Agency (IEA) mencatat bahwa produksi minyak dari negara-negara non-OPEC mengalami peningkatan hingga 200 ribu barel per hari, menjadikan total produksi mencapai 14,31 juta barel per hari. Peningkatan produksi ini menambah tekanan terhadap harga minyak mentah global.
Faktor di Kawasan Asia Pasifik
Baca juga : Ini Lho Spesifikasi Dan Harga Apple iPhone 16e, Kapan Hadir Di Indonesia?
Untuk kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak juga dipengaruhi oleh kekhawatiran pasar terhadap kondisi ekonomi Tiongkok. Publikasi Caixin Purchasing Manager Index (PMI) Tiongkok pada Februari 2025 menunjukkan angka 51, lebih rendah dari ekspektasi pasar, yang menandakan perlambatan pertumbuhan ekonomi di negara tersebut.
Selain itu, terjadi unplanned shutdown pada Crude Distillation Unit di Kilang Kawasaki, Jepang, yang memiliki kapasitas pengolahan 172,1 ribu barel per hari. Kilang ini diperkirakan baru akan kembali beroperasi pada pertengahan Februari 2025, sehingga turut memengaruhi pasokan minyak di kawasan tersebut.
Perkembangan Harga Minyak Global Februari 2025
Seiring dengan pelemahan ICP, harga minyak mentah utama dunia juga mengalami penurunan pada Februari 2025 dibandingkan Januari 2025. Berikut perkembangan harga minyak global:
• Dated Brent turun 4,08 dolar AS per barel dari 79,23 dolar AS menjadi 75,16 dolar AS per barel.
• WTI (Nymex) turun 3,89 dolar AS per barel dari 75,10 dolar AS menjadi 71,21 dolar AS per barel.
• Brent (ICE) turun 3,39 dolar AS per barel dari 78,35 dolar AS menjadi 74,95 dolar AS per barel.
• Basket OPEC turun 2,56 dolar AS per barel dari 79,45 dolar AS menjadi 76,89 dolar AS per barel.
• Rata-rata ICP minyak mentah Indonesia turun 2,52 dolar AS per barel dari 76,81 dolar AS menjadi 74,29 dolar AS per barel.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya