Dark/Light Mode

Santai Tanggapi Gejolak Harga Saham, Prabowo Bilang Stok Pangan Aman Terkendali

Jumat, 21 Maret 2025 20:06 WIB
Presiden Prabowo Subianto di Sidang Kabinet Paripurna pada Jumat (21/3). Foto: YouTube/Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto di Sidang Kabinet Paripurna pada Jumat (21/3). Foto: YouTube/Sekretariat Presiden

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa stok pangan nasional dalam kondisi aman, baik selama puasa Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri 1446 H. 

Hal ini disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna pada Jumat (21/3). Prabowo juga menyoroti berbagai kebijakan yang telah dijalankan pemerintah dalam waktu singkat, termasuk program makan bergizi gratis yang kini telah menjangkau 38 provinsi.

Baca juga : Harga Cabe Sudah Mulai Turun, Prabowo Sarankan Kurangi Makan Pedas

“Salah satu hal utama yang harus saya sampaikan adalah bahwa di saat bulan-bulan ini, apalagi menjelang Ramadan dan Idulfitri, kondisi pangan kita aman. Kondisi pangan kita cukup terkendali,” ujar Prabowo.

Menurutnya, kestabilan pangan menjadi faktor utama dalam menjaga ketahanan nasional, bahkan lebih krusial dibandingkan fluktuasi harga saham. Dengan gaya khasnya, Prabowo melontarkan candaan yang mengundang tawa di ruang sidang.

Baca juga : Prabowo Telepon Amran 3x Sehari

“Harga saham boleh naik turun, pangan aman, negara aman. He-he-he. Saya lihat yang stres harga saham turun hanya beberapa orang, Maruara, Trenggono. Kalau Budiman enggak, tenang aja. Enggak punya saham dia… He-he-he,” ucapnya sambil bercanda.

Selain memastikan ketersediaan pangan, Prabowo juga menyoroti perkembangan program makan bergizi gratis yang menjadi salah satu prioritas pemerintahannya. Saat ini, program tersebut telah menjangkau 38 provinsi dengan lebih dari 2 juta penerima manfaat. Meski demikian, ia mengakui bahwa angka tersebut masih belum sepenuhnya memuaskan dirinya.

Baca juga : Ormas Minta THR, Apindo: Boleh Saja, Asal Jangan Maksa

“Kita juga boleh mulai bangga bahwa makan bergizi gratis sudah menjangkau 38 provinsi, dan sekarang sudah 2 juta penerima manfaat. Hanya ini masih belum sebetulnya memuaskan saya. Tapi saya mengerti Kepala Badan Gizi Nasional sudah bekerja dengan seluruh jajarannya. Ini sudah yang paling cepat yang bisa kita laksanakan dalam tiga bulan,” jelasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.