Dark/Light Mode

Reformasi Berjalan Baik, Polri Buka Ruang Demokrasi Sebesar-besarnya Bagi Buruh

Kamis, 27 Maret 2025 13:09 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Sekjen DPP Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Hermanto Ahmad menilai, pernyataan bahwa reformasi Polri tidak berjalan, tidak tepat.

Menurut Hermanto, gerakan buruh di Indonesia justru merasakan perhatian yang sangat besar dari Kapolri, terutama terhadap perjuangan dan kesejahteraan buruh.

Bahkan, kata Hermanto, Kapolri selalu memberikan ruang demokrasi seluas-luasnya untuk gerakan buruh dalam menyampaikan aspirasinya dan menuntut hak-haknya.

Baca juga : AQUA Bersama DMI Hadirkan Kebaikan di Dua Masjid Terbesar di Semarang

"Apalagi, Kapolri saat ini juga membentuk Desk Pidana Tenaga Kerja untuk menangani masalah-masalah pidana yang berkaitan dengan ketenagakerjaan. Jadi, bentuk perhatian Polri kepada buruh sangat-sangat besar," ujarnya di Jakarta, Kamis (27/3/2025).

Hermanto menyinggung terkait putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan gugatan buruh. Ia mengatakan, hal itu juga terdapat peran dari Kapolri.

Tak hanya itu, dalam beberapa kesempatan masalah ketenagakerjaan di tangan Kapolri bisa cepat terselesaikan.

Baca juga : Berkinerja Baik, LPH Hidayatullah Dapat Apresiasi dari Kepala BPJPH

Menurutnya, buruh Indonesia menjuluki Kapolri sebagai trouble shooter atau pemecah masalah.

"Terasa sekali ruang demokrasi sampai tingkat kabupaten/kota, buruh dapat menyampaikan pendapat dengan aman tanpa ada tekanan apapun dari Kepolisian. Tidak ada tindakan represif apa pun," tegasnya.

Sebelumnya, Pengamat Kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto mengkritisi semangat reformasi yang digaungkan oleh instisusi Polri.

Baca juga : Kinerja Kian Baik, SGN Dukung Penyelesaian Masalah Proyek PG Djatiroto

Menurutnya, sejauh ini, reformasi yang digembar-gemborkan masih sebatas retorika. Sebab, hingga saat ini masih banyak persoalan di tubuh internal Polri sendiri.

Salah satunya pelanggaran hukum yang justru dilakukan personel Polri. Bambang menilai, salah satu problem maraknya kasus pelanggaran hukum oleh kepolisian karena tidak berjalannya reformasi di kepolisian.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.