Dark/Light Mode

Tinjau Stasiun Tugu DIY, Kapolri: Mudik dengan Kereta Api Aman dan Nyaman

Sabtu, 29 Maret 2025 01:06 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau Stasiun Tugu Yogyakarta dalam rangka pengamanan mudik Lebaran 2025, Jumat (28/4/2025). (Foto: Divhumas Polri)
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau Stasiun Tugu Yogyakarta dalam rangka pengamanan mudik Lebaran 2025, Jumat (28/4/2025). (Foto: Divhumas Polri)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau Stasiun Tugu Yogyakarta dalam rangka pengamanan mudik Lebaran 2025, Jumat (28/4/2025).

Berdasarkan pantauan, terjadi peningkatan arus lalu lintas kereta api dibanding hari biasanya.

"Terjadi peningkatan dibanding hari biasanya dari 9 menjadi 13 kereta dan juga dicadangkan apabila nanti ada kekurangan di Yogyakarta," kata Sigit.

Eks Kabareskrim Polri itu menuturkan, berdasarkan laporan di Stasiun Tugu Yogyakarta, terjadi puncak pergerakan penumpang pada saat arus balik, yakni pada tanggal 3 hingga 9 April, tiket kereta sudah habis terjual.

Meskipun begitu, pihak KAI telah menyiapkan kereta tambahan untuk mengantisipasi apabila ada kekurangan.

Baca juga : Tinjau Kalikangkung, Kapolri: Rekayasa Lalin Bikin Arus Mudik Lancar

Di sela-sela peninjauan, Kapolri sempat menyapa dan berbincang dengan penumpang. Dari pembicaraan tersebut terungkap, rata-rata dari mereka memilih mudik menggunakan kereta api karena tepat waktu, aman dan nyaman.

"Bagi yang masih ingin menentukan pilihan apakah akan menggunakan jalur darat, udara, kapal maka jalur kereta menjadi pilihan alternatif yang menurut saya cukup baik karena dari beberapa informasi pelayanan, ketepatan dan keamanan semuanya mengatakan puas," tutur mantan Kapolda Banten ini.

Sebelum meninjau Stasiun Tugu, Sigit melakukan pengecekan arus lalu lintas mudik di KM 70 dan KM 414 Kalikangkung.

Dari pantauannya, ia pun memprediksi puncak arus mudik di jalur tol dan arteri terjadi pada Jumat (28/3/2025), hingga Sabtu (29/3/2025) subuh.

"Khusus di Jawa karena tujuan mudik mungkin jam 9, 10 akan mencapai puncaknya. Kita sudah cek melakukan upaya rekayasa mulai dari membuat one way lokal, mengatur buka tutup untuk jalur yang mengarah ke wilayah-wilayah yang memang padat. Ini menjadi bagian kita evaluasi untuk menghadapi puncak arus mudik semuanya bisa terkelola dengan baik," ucapnya.

Baca juga : Kapolri Apresiasi Perilisan Lagu Mudik Aman Keluarga Nyaman

Sigit menjelaskan, pada tahun lalu pihaknya melakukan rekayasa lalu lintas one way secara penuh mulai dari KM 70 hingga KM 4141.

Namun, pada tahun ini, rekayasa lalu lintas one way dilakukan secara bertahap.

Hal ini dilakukan agar masyarakat yang mudik ke arah barat dapat kesempatan bisa menggunakan jalur tol demikian juga di jalur arteri bisa lebih teratur.

"Jadi one way di tingkat provinsi Jabar kemudian kita tarik ke Jawa Tengah, baru kemudian begitu arusnya memang tidak bisa ditahan lagi, baru kita tarik menjadi one way, mulai dari KM 70 sampai KM 414," tuturnya. 

Hal ini, kata Sigit, membuat masyarakat yang akan berangkat mudik ke arah barat mendapatkan kesempatan untuk bisa menggunakan jalur tol. Di jalur arteri pun, bisa lebih teratur.

Baca juga : Kementerian PU Pastikan Kesiapan Jalur Mudik Lebaran di Tol Trans Sumatera

"Ini tentunya upaya kami terus melakukan perbaikan dalam hal pelayanan publik," ucapnya.

Terkait dengan potensi terjadi bencana saat mudik, Sigit menyampaikan pihak BMKG sudah menyampaikan ada beberapa wilayah yang potensial terjadi hujan termasuk Jawa Tengah, Yogyakarta dan beberapa wilayah di Jawa Timur.

Di pos terpadu, kata Sigit, pihaknya sudah mempersiapkan personel gabungan yang terdiri dari Polri, Basarnas dan TNI dengan peralatan yang bisa digunakan secara cepat pada pada saat terjadi potensi bencana. Baik tanah longsor, atau bencana lain.

"Apabila terjadi banjir kita siapkan evakuasi namun untuk menghadapi jalur yang ada kita siapkan jalur alternatif apabila jalur utama terendam banjir," tandas Kapolri.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.