Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gunung Gede Ditutup Hari Ini, PVMBG Warning Letusan Freatik Dan Gas Beracun
Kamis, 3 April 2025 06:48 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Aktivitas Gunung Gede kembali menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Di lebaran kedua saja, Selasa (1/3) tercatat 21 kali gempa vulkanik dalam enam jam, jumlah yang jauh melebihi rata-rata harian sebelumnya.
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi letusan freatik dan hembusan gas beracun di sekitar kawah.
Letusan freatik adalah letusan yang digerakkan oleh uap air yang terjadi ketika air di bawah tanah atau permukaan dipanaskan oleh magma, lahar, batuan panas, atau endapan vulkanik baru (misalnya, endapan aliran tefra atau piroklastik). Erupsi ini disebabkan oleh kontak air dengan magma, tidak mengeluarkan magma segar tetapi uap air.
Baca juga : Jeblok Di Liga Inggris, Ini 2 Target Realistis Guardiola
Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, menjelaskan lonjakan kegempaan ini cukup signifikan dibandingkan kondisi sebelumnya
“Pada tanggal 1 April 2024, dalam rentang pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, terjadi peningkatan gempa vulkanik dalam hingga mencapai 21 kejadian. Sebagai perbandingan, rata-rata kejadian gempa vulkanik dalam di Gunung Gede selama periode 1-31 Maret 2024 hanya berkisar 0-1 kali per hari,” kata Wafid, dikutip dari laman ESDM, Selasa (1/4). Meski demikian, status Gunung Gede masih berada di Level I (Normal).
Sehubungan dengan peningkatan aktivitas vulkanik ini, pihak Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) memutuskan untuk menutup sementara jalur pendakian. Keputusan ini tertuang dalam surat edaran SE.18 Tahun 2025 yang ditandatangani Kepala Balai Besar TNGGP, Ahdi Nurul Hadi.
Baca juga : Dukung Dapur MBG dan Mudik Lebaran, PGN Gagas Pastikan Pasokan Gas Bumi Aman
“Kegiatan pendakian di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ditutup sementara untuk umum mulai 3 April 2025 sampai 7 April 2025, atau hingga ada informasi lebih lanjut dari Badan Geologi,” demikian isi pengumuman yang dilansir dari akun Instagram resmi @bbtn_gn_gedepangrango.
Sebelumnya, jalur pendakian Gunung Gede Pangrango sempat direncanakan dibuka kembali pada 3 April 2025 setelah sebelumnya ditutup sementara pada 31 Maret 2025. Namun, dengan adanya peningkatan aktivitas gempa vulkanik, pihak TNGGP akhirnya memperpanjang penutupan demi keselamatan para pendaki. “Mohon maaf ya sob. Semoga keadaannya segera normal kembali,” tulis akun resmi TNGGP di media sosial.
Pendaki yang telah mendaftar untuk tanggal 3 April atau seterusnya diminta untuk melakukan penjadwalan ulang. Pihak TNGGP mengimbau agar calon pendaki terus mengikuti perkembangan terbaru melalui saluran resmi agar mendapatkan info yang akurat terkait kondisi Gunung Gede.
Baca juga : Gage Lebaran 2025 Berlaku Hari Ini, Cek Jadwal Dan Lokasi Pemberlakuannya
Gunung Gede, yang secara administratif berada di wilayah Cianjur, Sukabumi, dan Bogor, Jawa Barat, terakhir kali mengalami erupsi pada tahun 1957 dari Kawah Ratu.
Saat ini, aktivitas hembusan terpantau berasal dari Kawah Wadon dengan ketinggian asap berkisar antara 50 hingga 100 meter. Meski belum ada peningkatan status, warga dan wisatawan diminta untuk tidak mendekati area kawah demi menghindari potensi bahaya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya