Dark/Light Mode

Peringatan Hari Ginjal Sedunia, Dorong Skrining dan Deteksi Dini PGK

Rabu, 12 Maret 2025 23:27 WIB
Peringatan Hari Ginjal Sedunia. (Foto: PERNEFRI)
Peringatan Hari Ginjal Sedunia. (Foto: PERNEFRI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hari Ginjal Sedunia (World Kidney Day atau WKD), yang jatuh di setiap hari Kamis pada pekan kedua di Bulan Maret, kembali diperingati di Indonesia dan di seluruh dunia, Rabu (13/3/2025). Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes), BPJS Kesehatan, National Kidney Foundation (NKF) Indonesia, KPCDI (Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia), AstraZeneca Indonesia, tahun ini memperingati WKD dengan mengusung tema ‘Are yours kidneys OK? Detect early, protect kidney health/Sehatkah Ginjal Anda? Deteksi Segera, Lindungi Ginjal Kita'.

Secara spesifik, peringatan ini mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk melakukan skrining dan deteksi dini kesehatan ginjal untuk mencegah dan/atau menghambat progresivitas penyakit ginjal. Pada tahun ini, kampanye akan difokuskan pada upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya skirining dan deteksi dini penyakit ginjal untuk melindungi kesehatan ginjal.

Penyakit Ginjal Kronik (PGK) tercatat sebagai penyebab 4,6 persen kematian global pada 2017. Angka ini diprediksi akan terus meningkat dan PGK diperkirakan akan menjadi penyebab kematian tertinggi ke-5 di seluruh dunia pada 2040.

Hal ini mendorong adanya kebutuhan mendesak untuk mengatasi penyakit ginjal di seluruh dunia. Di Indonesia, prevalensi PGK semakin meningkat setiap tahun, yang bila tidak diobati suatu ketika dapat mengalami gagal ginjal.

Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan tahun 2018, prevalensi PGK adalah 0,38 persen. Data registri Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) pada 2022 menunjukkan, insidensi kumulatif pasien yang menjalani dialisis (cuci darah) 63.498, dan prevalensi kumulatif 158.929.

Baca juga : Peringati Hari Musik, Menekraf Dorong Ekosistem Musik Yang Lebih Maju

Penyebab utama gagal ginjal adalah tekanan darah tinggi (hipertensi) dan kencing manis (diabetes). Tingginya angka gagal ginjal ini tidak hanya menjadi beban bagi pasien dan keluarga, tetapi juga beban bagi negara, dengan biaya yang dikeluarkan oleh BPJS Kesehatan sangat tinggi. 

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Skrining dan deteksi dini, khususnya pada populasi yang berisiko, menjadi salah satu hal yang sangat penting. Jika dapat terdeteksi secara cepat, masyarakat dapat segera melakukan pemeriksaan secara spesifik untuk menurunkan progresivitas penyakit ginjal sehingga memperlama pasien dengan penyakit ginjal jatuh ke dalam keadaan gagal ginjal atau penyakit ginjal tahap akhir yang nantinya membutuhkan terapi pengganti ginjal. Beberapa populasi yang berisiko tinggi tehadap penyakit ginjal seperti pasien dengan diabetes, hipertensi, penyakit jantung, obesitas, serta riwayat keluarga dengan penyakit ginjal hendaknya melakukan pemeriksaan kesehatan ginjal secara dini. Beberapa risiko lainnya meliputi:

  • Gangguan ginjal akut
  • Penyakit ginjal terkait kehamilan
  • Penyakit autoimun (seperti lupus eritematosus sistemik atau vaskulitis)
  • Kelahiran dengan berat badan lahir rendah atau prematur
  • Sumbatan pada saluran kemih
  • Batu ginjal yang berulang
  • Cacat lahir yang memengaruhi ginjal atau saluran kemih.

Beberapa tes sederhana yang non-invasif serta hemat biaya untuk populasi berisiko tinggi di antaranya:

  1. Pengukuran tekanan darah untuk memeriksa hipertensi.
  2. Indeks Massa Tubuh (IMT), yang merupakan estimasi lemak tubuh berdasarkan tinggi dan berat badan. IMT dapat dihitung secara mandiri.
  3. Pemeriksaan urin: Albumin dalam urin (Albuminuria) untuk menilai adanya kerusakan ginjal khususnya rasio albumin-kreatinin urin (uACR) juga dapat menjadi pilihan.
  4. Pemeriksaan darah: Hemoglobin terglikasi (HbA1C) atau glukosa puasa atau glukosa sewaktu untuk memeriksa diabetes tipe 2. Kreatinin serum (lebih akurat jika dikombinasikan dengan sistatin C) untuk memperkirakan laju filtrasi glomerulus dan mengevaluasi fungsi ginjal.

Ketua Umum Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI), Pringgodigdo Nugroho, menjelaskan, ginjal memiliki fungsi yang banyak. Di antaranya filtrasi toksin, kontrol tekanan darah, produksi sel darah merah, menjaga kesehatna tulang, menjaga kadar mineral dan garam, serta mengatur keasaman darah.

PGK pada awal umumnya tidak terdeteksi sampai 90 persen fungsi ginjal hilang, dan dapat berkembang menjadi gagal ginjal. "PGK diperkirakan akan menduduki peringkat ke-5 penyakit terbanyak pada tahun 2040. Penyebab gagal ginjal terbanyak di Indonesia adalah hipertensi dan diabetes, yang jika ditangani lebih awal kondisi ini dapat dicegah," ujarnya.

Baca juga : Ini Strategi Penguatan Hilirisasi Sawit Bagi Pangan dan Energi Indonesia

Beban global yang besar pada PGK menyebabkan skrining terhadap PGK penting dilakukan. "Skrining tertarget dapat menurunkan biaya akibat PGK. Pengobatan PGK secara dini dapat memperlama onset seorang pasien untuk jatuh ke gagal ginjal sehingga penghematan biaya untuk terapi pengganti ginjal akan lebih banyak," tambahnya.

Ketua Umum National Kidney Foundation (NKF) Indonesia, Komjen (Purn) Suhardi Alius, menjelaskan, pihaknya hadir untuk ikut serta dalam menjaga ginjal sehat di Indonesia. "Salah satu tujuan dari NKF Indonesia adalah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan ginjal dalam rangka mencegah dan mengobati penyakit ginjal,” ujarnya.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, dalam paparannya hari ini menjelaskan, perilaku yang kurang baik, seperti kurangnya konsumsi cairan serta sedentary life style, menjadi salah satu faktor yang berperan dalam menimbulkan terjadinya penurunan fungsi ginjal. Sehingga, perbaikan pola hidup menjadi penting untuk mencegah terjadinya penyakit ginjal kronik. Deteksi dini kesehatan ginjal juga tidak boleh luput untuk dilakukan.

"Cek kesehatan gratis merupakan program yang saat ini telah diimplementasi, yang salah satunya melakukan skrining kesehatan ginjal. Pasien dengan diabetes, hipertensi, obesitas, dan dislipidemia merupakan target untuk dilakukan skrining kesehatan ginjal ini,” ujarnya.

Deputi Direksi Bidang Kebijakan Penjaminan Manfaat BPJS Kesehatan, Ari Dwi Aryani, mengatakan, biaya pelayanan kesehatan gagal ginjal terus meningkat setiap tahunnya, bahkan mencapai Rp 11 triliun. Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) perlu dimarakkan agar semakin banyak pasien yang dilakukan skrining penyakit ginjal.

Baca juga : KPK Tahan Wali Kota Semarang Mbak Ita dan Suaminya

"Promosi kesehatan juga harus ditingkatkan. Melalui skrining dan promosi kesehatan tersebut diharapkan angka kejadian penyakit ginjal kronis menurun, sehingga pengeluaran untuk gagal ginjal juga berkurang,” ujarnya.

Ketua KPCDI (Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia) Tony Richard Samosir mengutarakan, pihaknya hadir untuk melakukan advokasi terkait kebijakan kesehatan dan hak pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisis. KPCDI juga memiliki inisiatif menyelenggarakan program skrining gratis, pendampingan pasien baru, kampanye kesehatan masyarakat, serta berkolaborasi dengan Pemerintah untuk meningkatkan akses layanan kesehatan ginjal.

Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia, Esra Erkomay, mengatakan, pihaknya percaya memiliki peran penting dalam mendorong hasil yang lebih baik bagi pasien PGK. "Oleh karena itu, Hari Ginjal Sedunia menjadi momen penting untuk menegaskan komitmen kami dalam mendukung deteksi dini dan penanganan PGK di Indonesia. Dengan demikian, pasien dengan PGK dapat didiagnosis lebih awal dan menerima pengobatan yang sesuai dengan pedoman, sehingga mereka dapat memiliki kualitas hidup yang lebih baik," ujarnya.

Pemeriksaan juga dapat dilakukan di luar lingkungan medis, seperti di balai kota, gereja, atau pasar, tergantung pada peraturan lokal dan sumber daya yang tersedia. Upaya juga harus difokuskan pada peningkatan kesadaran di kalangan masyarakat umum, mempromosikan kesehatan, dan melaksanakan program pendidikan yang memberdayakan pasien.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.