Dark/Light Mode

Ketua MUI Ajak Publik Stop Saling Hina Dan Provokasi SARA

Sabtu, 12 April 2025 07:16 WIB
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa KH. Asrorun Niam Sholeh. Foto: Istimewa
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa KH. Asrorun Niam Sholeh. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa KH. Asrorun Niam Sholeh mengajak masyarakat menahan diri serta tidak terprovokasi oleh isu yang memecah belah. Salah satunya yang terkini adalah pernyataan kontroversial yang disampaikan oleh Gus Fuad Plered baru-baru ini.

"Meski menimbulkan kegelisahan di tengah publik, saya mengimbau agar masyarakat tidak terpancing emosi atau narasi-narasi yang berpotensi memecah belah persatuan. Harus tetap menjaga ketenangan serta tidak terprovokasi," tegas Asrorun Niam Sholeh dalam keterangannya, Sabtu (12/4/2025).

"Stop penghinaan atas nama SARA, jangan beri ruang untuk saling benci," imbaunya tegas.

Baca juga : Gibran Ajak Anak Yatim Belanja Buku Dan Perlengkapan Sekolah

Menurut Asrorun Niam, dalam situasi seperti ini, penting untuk mempercayakan sepenuhnya proses penanganan kepada aparat penegak hukum.

"Jangan main hakim sendiri, percayakan kepada penegak hukum. Jika main hakim sendiri, justru berpotensi memperkeruh suasana dan merugikan banyak pihak," tuturnya.

Dalam hal ini, lanjut dia, aparat penegak hukum diharapkan memiliki sensitivitas terhadap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Baca juga : Ketua Komisi III DPR Sebut Mudik 2025 Paling Lancar

"Langkah-langkah penegakan hukum perlu segera diambil secara profesional dan transparan, guna memberikan rasa keadilan serta menenangkan keresahan publik," ujarnya.

Selain itu, Asrorun Niam berpesan agar aparat hukum perlu bergerak cepat mengambil langkah hukum atas dugaan tindak pidana SARA, agar masyarakat yang menjadi korban merasa memperoleh keadilan.

Serta untuk memberikan efek jera terhadap setiap upaya provokasi yang berpotensi merusak harmoni dan persatuan.

Baca juga : Mentrans Iftitah Pastikan Rempang Jadi Kawasan Transmigrasi

"Kesan lamban dan pembiaran akan menjadi bensin yang bisa menyulut api kekerasan horisontal," tambahnya.

Oleh karena itu, Asrorun Niam Sholeh mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusifitas dan mencegah perpecahan. Kata Asrorun Niam, menghadapi tantangan situasi dan kondisi global saat ini, yang diperlukan adalah persatuan dan kondusifitas negara dan Pemerintahan.

"Mari jaga persatuan dengan mengedepankan akal sehat, hukum, dan rasa saling memaafkan. Juga menghormati di tengah perbedaan, serta tidak menyebarluaskan konten provokatif yang dapat memperkeruh keadaan," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.