Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
China Angkat Topi! Kini, Masinis Whoosh Dikuasai 100 Persen Anak Bangsa
Selasa, 15 April 2025 16:48 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Momen bersejarah tercipta. Per 10 April 2025, seluruh perjalanan Kereta Cepat Whoosh resmi dijalankan 100 persen oleh anak bangsa. Tak ada lagi masinis impor. Semua dikendalikan tangan-tangan terlatih asli Indonesia. China pun angkat topi.
Di balik keberhasilan ini, tersimpan proses panjang dan seleksi ketat. Tak sembarang orang bisa duduk di balik kemudi kereta berkecepatan 350 km/jam ini. Pelatihan dimulai sejak Februari 2023, dengan metode menyeluruh—dari teori, praktik, hingga uji kompetensi.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, para calon masinis digembleng di Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun untuk pembekalan sistem operasi kereta cepat.
Baca juga : AS Melunak, Ponsel Dan Laptop Dikecualikan Tarif 145 Persen, China: Hapus Total!
Setelah itu, mereka langsung terjun ke Depo Tegalluar untuk praktik dan on job training di kabin KCIC400AF, dibimbing intensif oleh masinis asal Tiongkok.
Tak hanya itu, sertifikasi dari Kementerian dan asesmen teknis dari ahli Tiongkok menjadi syarat akhir. Hasilnya? SDM Indonesia lulus dengan gemilang, dan dipercaya penuh mengendalikan moda transportasi tercepat di Asia Tenggara.
“Jika di Tiongkok proses ini memerlukan waktu hingga 3 tahun, namun untuk pengoperasian Whoosh hanya memerlukan 1,5 tahun,” ujar Eva.
Baca juga : Makan Mewah Di 100 Restoran, Kabur Tanpa Bayar
Eva membeberkan, kilatnya proses ini dikarenakan seluruh masinis yang terlibat sudah memiliki pengalaman sebagai masinis kereta konvensional dengan jam terbang minimal 3.000 jam atau setara 100.000 kilometer.
Tak hanya soal teknis, aspek personal juga tak luput dari perhatian. Masinis Whoosh harus sehat secara medis dan psikologis, kuat fisik dan mental, serta punya ketelitian dan disiplin tinggi. Karakter ini wajib dimiliki untuk memastikan keamanan sepanjang rute Jakarta–Bandung.
Pemeriksaan kesehatan dan alkohol jadi rutinitas sebelum mereka berdinas. Dilanjutkan serah terima sarana, pengecekan sistem, dan pengendalian kereta dari titik awal hingga akhir. Bahkan, usai tugas, laporan operasional wajib disusun secara rinci.
Baca juga : Hari Pertama Lebaran, Stasiun Whoosh Tetap Dipadati Penumpang
Untuk skenario darurat, seluruh masinis juga dibekali pelatihan evakuasi, penanganan gangguan teknis, hingga komunikasi dengan pusat kendali operasi (OCC). Semua demi menjaga standar keselamatan kelas dunia.
Pola kerja mereka juga dibuat sangat terukur. Durasi kerja dijaga ketat, rotasi dijadwalkan, dan evaluasi berkala dilakukan. Karena masinis Whoosh bukan sekadar operator, mereka adalah wajah kesiapan Indonesia dalam mengelola teknologi transportasi masa depan.
“Kepercayaan ini menjadi bukti bahwa SDM Indonesia mampu mengoperasikan moda transportasi modern dengan teknologi terbaru serta standar keselamatan yang tinggi,” tutup Eva.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya