Dark/Light Mode

Ketum Al Irsyad Dukung Kejagung Bongkar Semua Suap Zarof Ricar

Selasa, 6 Mei 2025 22:14 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Al-Irsyad Al-Islamiyyah Prof. Faisol Nasar bin Madi mendukung Kejaksaan Agung (Kejagung) membongkar tuntas kasus suap dari temuan uang dan emas senilai hampir Rp 1 triliun di rumah tersangka Zarof Ricar.

Prof. Faisal menilai, jika tidak diusut tuntas maka akan berbahaya karena mafia pradilan akan terus terulang lagi.

"Perlu sekali (dikejar kasus-kasus lain yang melibatkan Zarof Ricar), karena titik lemah kita memang di penegakan hukum. Rakyat Indonesia berharap ada penegakan hukum semaksimal mungkin," kata Faisol di Jakarta, Selasa (6/5/2025).

Ia mengatakan, Presiden Prabowo Subianto serius memperkuat sektor hukum, maka dukungan rakyat akan semakin menguat. Sehingga, Kejagung harus membongkar kasus mafia peradilan secara tuntas.

Baca juga : Pertamina Subholding Upstream Regional Jawa Dukung Keberlangsungan Sanggar Tari Topeng Mimi Rasinah

Adapun, Kejagung menduga temuan uang hampir Rp 1 triliun ini digunakan untuk mengatur sejumlah kasus. Tidak hanya kasus vonis bebas Ronald Tannur atau kasus ekspor CPO tapi juga dalam banyak perkara lain. Hal ini membuka potensi keterlibatan lebih luas yang harus diusut.

"Kalau dibiarkan, ini sangat berbahaya. Kasus-kasus akan terus bermunculan," ungkapnya. Prof. Faisoljuga menyoroti dampak sistemik dari lemahnya penegakan hukum terhadap citra Indonesia di mata dunia.

"Terlalu banyak kasus yang melibatkan para penegak hukum. Di tingkat internasional, peringkat kita dalam penegakan hukum pun turun. Karena itu harus diingatkan, hukum jangan bisa dibeli," ujarnya.

Lebih lanjut, Prof. Faisol melihat pendekatan hukum harus berlaku adil kepada siapa pun. Dirinya mengkritik keras praktik yang kerap memihak orang kuat dan menindas rakyat kecil.

Baca juga : Waketum MUI Dukung Kejagung Terus Bongkar Mafia Peradilan

"Kasihan kalau pencuri ayam dipukuli habis-habisan, sementara koruptor triliunan cuma dapat hukuman ringan dan remisi tiap tahun. Itu menciderai rasa keadilan rakyat," ujarnya.

Dari sudut pandang agama, Faisol mengutip ketegasan Nabi Muhammad SAW yang menolak segala bentuk diskriminasi dalam penegakan hukum, bahkan terhadap keluarganya sendiri.

"Waktu ada kasus dari Bani Mahzu keluarga terhormat .ada yang minta Nabi kasih keringanan. Nabi geram. Beliau bersumpah, ‘Kalau Fatimah, anakku sendiri mencuri, akan kupotong tangannya.’ Ini bentuk keadilan Islam,” jelasnya.

Dia pun mengingatkan bahwa bangsa-bangsa besar di masa lalu seperti Persia dan Romawi runtuh karena ketidakadilan hukum.

Baca juga : Mahfud MD Dukung Kejaksaan Bongkar Mafia Peradilan

Karena itu, ia menyerukan agar aparat hukum segera menindak segala bentuk penyelewengan hukum dengan tegas.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.