Dark/Light Mode

Gubernur Jabar Sampaikan Duka Cita Atas Ledakan Di Garut

Senin, 12 Mei 2025 19:31 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Foto: Instagram/dedimulyadi71
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Foto: Instagram/dedimulyadi71

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi menyampaikan belasungkawa mendalam atas peristiwa ledakan amunisi tak layak pakai yang terjadi di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Senin (12/5) pagi.

Insiden tragis itu menewaskan 13 orang, terdiri atas empat anggota TNI Angkatan Darat dan sembilan warga sipil.

“Semoga almarhum diterima seluruh keimanannya, mendapat ampunan seluruh dosa yang telah dilakukannya dan mendapat tempat yang mulia di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” tulis Dedi dalam unggahan Instagram pribadinya, @dedimulyadi71.

Baca juga : Kemnaker Siapkan Langkah Mitigasi Hadapi Lonjakan PHK Imbas Aksi Boikot

Gubernur Dedi juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendoakan para korban dengan membaca surat Al-Fatihah. Ia menyebut tragedi ini sebagai luka bersama yang harus dihadapi dengan keikhlasan dan empati.

Ledakan terjadi sekitar pukul 09.00 WIB, saat proses pemusnahan amunisi bekas latihan militer. Setelah pemusnahan amunisi, warga sekitar mengambil sisa-sisa amunisi. Sayangnya, sejumlah sisa amunisi ternyata masih aktif, sehingga terjadi ledakan susulan.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Wahyu Yudhayana menyampaikan 4 anggota TNI dan 9 warga sipil tewas dalam insiden tersebut. 

Baca juga : Bulog Catat Rekor Baru

Keempat anggota TNI yang gugur adalah:
    1.    Kolonel Cpl Antonius Hermawan (Kepala Gudang Pusat Amunisi III Puspalad)
    2.    Mayor Cpl Anda Rohanda (Kasi Administrasi Pergudangan)
    3.    Kopda Eri Priambodo
    4.    Pratu Aprio

Sembilan warga sipil yang menjadi korban jiwa tercatat atas nama: Agus, Ivan, Anwar, Iyus, Iyusrizal, Toto, Rustiawan, Endang, dan Dadang.

Seluruh jenazah telah dievakuasi ke Rumah Sakit Pameungpeuk, Garut, untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut. Hingga kini, penyelidikan internal oleh TNI masih berlangsung guna memastikan penyebab utama ledakan serta mengevaluasi prosedur keamanan dalam kegiatan pemusnahan amunisi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.