Dark/Light Mode

Kericuhan ‘Bekasi Pasti Kerja’ Ramai Di Medsos

Pemkab Bekasi Janji Gelar Job Fair Lebih Profesional

Jumat, 30 Mei 2025 07:25 WIB
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bekasi Nur Hidayah. (Foto: Dok. Pemkab Bekasi)
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bekasi Nur Hidayah. (Foto: Dok. Pemkab Bekasi)

 Sebelumnya 
“Bertambahnya jumlah angkatan kerja disebabkan oleh bertambahnya lulusan pendidikan. Mereka bersemangat mencari lowongan kerja, tapi bisa juga ada keinginan masyarakat mencoba pekerjaan lain yang lebih cocok dari pekerjaan yang ada,” tuturnya.

Diketahui, sejumlah video pendek terkait pelaksanaan Job Fair yang mengambil tempat di salah satu universitas di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, viral di berbagai media sosial. Kegiatan itu diselenggarakan Dinas Ketenagakerjaan Pemkab Bekasi, Selasa (27/5/2025).

Dalam video yang beredar, tampak para pencari kerja berebut memindai kode QR untuk bisa masuk melamar pekerjaan. Suasana yang awalnya kondusif berubah menjadi ricuh seiring membludaknya peserta acara.

Baca juga : Dua Paslon Siap Tanding Di PSU Jilid 2 Barito Utara

Massa juga tampak saling berteriak dan saling dorong satu sama lain. Saking padat dan teriknya sinar matahari, sejumlah orang dikabarkan pingsan.

Kemudian, pencari kerja yang sudah tak sabar mendesak dan meneriaki panitia agar mengizinkan mereka masuk. Insiden saling lempar dan saling pukul sempat terjadi di tengah-tengah antrean.

Menanggapi insiden itu, sikap netizen di media sosial X terbelah.

Baca juga : Kasus Pengadaan Laptop Di Kemendikbudristek, Kejagung Periksa 28 Saksi

“Kejadian yang di Bekasi jadi gambaran, sedikitnya lowongan kerja saat ini. Kalaupun ada lowongan, yang melamar ribuan. Lebih baik kita kembali ke kampung, jadi petani, peternak, atau nelayan, yang memperkerjakan diri sendiri dan orang lain,” tulis akun @Suprabpksci.

“Untuk para pemburu kerja bersabarlah, terus ikhtiar, dan berdoa. Sesulit apa pun mencari pekerjaan, pasti ada jalannya. Jangan pada jadi kriminal ya,” ciut akun @Arumitbetdlam_.

“Ini bukan masalah pesertanya sih. Tapi, manajemen acaranya. Harusnya, itu peserta di bagi ke sejumlah gelombang, waktu kunjungannya diatur berdasarkan jam. Jangan dalam satu waktu, semua peserta langsung tumplekblek,” cetus akun @Theaquacharis8289.

Baca juga : Tanggung Jawab LPS Kini Makin Kompleks

“Gue lebih sepakat, setiap acara job fair itu diatur waktu kunjungan. Ini bisa jadi bagian dari seleksi soal kedisiplinan waktu si pelamar. Kemudian, kalau memang bisa didaftar secara offline, stan yang ada di job fair harusnya cukup beri barcode ke setiap pelamar yang datang. Jangan kasih form untuk ditulis di tempat,” timpal akun @t299007821. [SSL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.