Dark/Light Mode

Viral Naik Ojol Tidak Pakai Helm, Fahri Minta Maaf

Sabtu, 31 Mei 2025 08:03 WIB
Fahri Hamzah. (Foto: Instagram)
Fahri Hamzah. (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah lagi jadi buah bibir di dunia maya. Gara-garanya, politisi Partai Gelora itu naik ojek online (ojol) tidak pakai helm. Fahri pun mengaku salah dan buru-buru minta maaf.

Peristiwa ini terjadi pada Rabu (28/5/2025) malam, saat Fahri terjebak kemacetan di Jakarta.

Lantaran harus menghadiri pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Fahri memutuskan untuk datang ke lokasi menggunakan ojol.

Cuplikan video Fahri naik ojol kemudian diunggah oleh akun Instagram @sejakarta.id, yang memperlihatkan Fahri mengenakan kemeja batik cokelat dan topi biru dengan lambang garuda.

Baca juga : PNM Beri Fasilitas Sekolah Kejar Paket Gratis Keluarga Nasabah Mekaar

Namun, yang bikin gagal fokus, saat turun dari sepeda motor Fahri tidak menggunakan helm. Pelindung kepala itu justru diletakkan di bagian depan motor. Alhasil, video tersebut banjir komentar negatif dari netizen.

Pemilik akun @Generasiosing mengatakan, Fahri gagal melakukan pencitraan.  "Tujuannya cari sisi lain supaya disorot karena kesederhanaannya, tapi blunder-nya nggak pakai helm," cuitnya.  "Gagal deh pencitraannya,” samber @Rynes2345.

Sementara, @samvahbat menilai, di luar pelanggaran tak pakai helm, aksi Fahri ini biasa saja. "Keren darimana sih. Itu mah keseharian warga juga begitu," tulisnya.

Akun @jackciko meminta polisi menilang Fahri. "Kena tilanglah," pintanya. Sedangkan akun @kabatram bela Fahri. "Helm penumpangnya basah itu,” belanya.

Baca juga : Balikin Buku Perpustakaan Setelah Dipinjam 20 Tahun

Mengetahui videonya viral dan panen kritikan, Fahri buru-buru minta maaf. Dia mengaku salah karena telah lalai berkendara tanpa menggunakan helm. 

“Saya minta maaf, saya dijemput dalam keadaan begitu,” ujar Fahri dikutip Jumat (30/5/2025). 

Dia menjelaskan, keputusan naik ojol diambil secara spontan karena lalu lintas padat dari kantornya di Jalan Raden Patah I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan menuju Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng Timur, Sawah Besar, Jakarta Pusat. 

Fahri menyebut, saat melintasi Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, mobilnya terjebak kemacetan luas biasa. “Dua jam dari Raden Patah,” sebutnya.

Baca juga : Pemuda Ujung Tombak Penjaga Kelestarian Lingkungan

Lebih lanjut, Fahri menegaskan, aksinya naik ojol bukan untuk melakukan pencitraan. Eks politisi PKS ini bilang, staf khususnya yang memesan ojol agar bisa lebih cepat mencapai kantor Airlangga Hartarto.

“Aya-aya wae. Lagipula saya nggak punya kepentingan. Yang videoin bukan saya, ngapain juga (pencitraan),” tandasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.