Dark/Light Mode

Gus Yahya: Prabowo Konsisten Soal Palestina-Israel

Sabtu, 31 Mei 2025 13:15 WIB
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (kanan). (Foto: Dok. PBNU)
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (kanan). (Foto: Dok. PBNU)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sikap dan politik luar negeri Indonesia tidak akan pernah bergeser dalam urusan Palestina hingga kapan pun. Indonesia konsisten memperjuangkan agar Palestina bisa merdeka.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan, jika Israel mengakui Palestina, baru Indonesia akan mengakui dan membuka hubungan diplomatik dengan negara Yahudi itu.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, menilai bahwa sikap Prabowo ini tepat. "Presiden Prabowo konsisten," ucap pria yang akrab disapa Gus Yahya itu, Sabtu (31/5/2025).

Penilaian Gus Yahya ini terkait sikap Indonesia yang disampaikan Presiden Prabowo usai pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (28/5/2025). Gus Yahya menilai, Prabowo telah menunjukkan konsistensi politik luar negeri Indonesia yang akan selalu mendukung bangsa-bangsa di dunia dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Baca juga : PPP Apresiasi Terobosan Diplomasi Prabowo  Soal Kemerdekaan Palestina

"Pernyataan Presiden Prabowo tentang kesiapan Indonesia mengakui keberadaan Negara Israel dengan syarat diakui dan ditetapkannya keberadaan Negara Palestina, itu konsisten dengan kebijakan solusi dua negara yang dikukuhi Indonesia sejak semula," terangnya.

Ini, kata Gus Yahya, sama persis dengan garis perjuangan NU yang akan selalu berdiri tegak bersama kekuatan lain di dunia untuk kemerdekaan bangsa Palestina.

Mengenai bagaimana agar ketegasan sikap bersama ini diwujudkan dalam langkah dan agenda yang nyata, kata Gus Yahya, dibutuhkan konsolidasi kokoh dari kalangan internasional.

"Yang perlu ditempuh selanjutnya adalah melakukan penggalangan dan konsolidasi internasional melalui platform-platform multilateral yang sah untuk menggulirkan proses politik yang decisive menuju terwujudnya solusi dua negara tersebut," jelasnya.

Baca juga : Di Depan Macron, Prabowo Serukan Israel Untuk Akui Negara Palestina

Yang terutama, lanjutnya, adalah menyelamatkan nyawa ribuan anak, kalangan perempuan, dan rakyat yang renta dari ancaman kekerasan akibat perang. "Yang harus dilakukan saat ini juga adalah penghentian kekerasan oleh pihak mana pun dan menolong korban-korban kemanusiaan dari konflik berkepanjangan ini," kata Gus Yahya, mengingatkan seriusnya kondisi kemanusiaan di Gaza, Paletina.

Menurut Gus Yahya, ini dapat dicapai dengan jalan menggugah dan menuntut dunia internasional agar patuh melaksanakan konsensus yang ada. "Pada saat yang sama, masyarakat internasional harus berkonsolidasi untuk menegakkan konsensus-konsensus dan kesepakatan-kesepakatan yang sudah ada terkait masalah Israel-Palestina dengan penerapan yang tegas atas semua pihak," tegasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo mengatakan, Indonesia mau membuka hubungan diplomatik dengan Israel dengan catatan negara Zionis tersebut mengakui kemerdekaan Palestina. Prabowo menegaskan, RI mendesak two-state solution sebagai satu-satunya jalan untuk mencapai perdamaian.

"Di berbagai tempat, di berbagai forum, saya sampaikan sikap bahwa Indonesia memandang hanya penyelesaian two-state solution, kemerdekaan bagi bangsa Palestina merupakan satu-satunya jalan untuk mencapai perdamaian yang benar," kata Prabowo.

Baca juga : Prabowo Puji Sikap China Bela Palestina Dan Lawan Penindasan Global

"Karena itu, Indonesia sudah menyampaikan, begitu negara Palestina diakui oleh Israel, Indonesia siap untuk mengakui Israel dan kita siap untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel," tambahnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.