Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Irine Yusiana Roba Putri, menyerukan negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) bersatu dan berani bersuara lantang dalam memperjuangkan isu-isu penting, khususnya kemerdekaan Palestina.
Imbauan ini disampaikan Irine usai mengikuti 19th Session of the PUIC Conference yang berlangsung di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/5/2025).
Pada konferensi yang dipimpin langsung oleh Ketua DPR RI Puan Maharani sebagai Presiden baru Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC), Irine menekankan pentingnya soliditas antarnegara Islam. Ini agar suara OKI terdengar lebih kuat dan berpengaruh di panggung global.
Baca juga : Bamsoet Minta Polri Tindak Tegas Oknum Ormas Ganggu Keamanan dan Investasi
"Populasi dari OKI ini adalah 25 persen dari seluruh populasi dunia. Namun selama ini, kita tidak dianggap cukup garang. Salah satu alasannya karena kita belum menunjukkan bahwa kita kompak dan satu suara," tegas Irine.
Dia menambahkan, dengan Indonesia memegang keketuaan PUIC, saatnya OKI berubah jadi mikrofon global bagi perjuangan Palestina.
"Di bawah keketuaan Indonesia, kita kembali berkomitmen, OKI harus jadi salah satu mikrofon utama untuk kemerdekaan Palestina. Kita harus menunjukkan kepada dunia bahwa negara-negara OKI ini kuat, berdaya, dan mampu mendorong perubahan positif dalam tatanan dunia," tegasnya.
Baca juga : Sore Ini, Persebaya Tantang Persik Kediri
Irine menyampaikan, Ketua DPR RI Puan Maharani secara konsisten mengingatkan pentingnya sinergi antara parlemen dan pemerintah, dalam memperkuat pengaruh diplomatik Indonesia dan negara-negara Islam di forum internasional.
"Ibu Ketua DPR selalu menyampaikan bahwa parlemen dan eksekutif harus berjalan beriringan. Saling memberi dukungan untuk menciptakan perubahan baik, tidak hanya di dalam negeri, tapi juga dalam kontribusi kita terhadap dunia," tamba Irine.
Lebih jauh, Irine menyoroti tema utama konferensi PUIC kali ini, yaitu good governance atau tata kelola pemerintahan yang baik.
Baca juga : Program Tebus Ijazah Sekolah Dapat Apresiasi
Menurutnya, tema tersebut sangat relevan dalam membangun ketahanan bersama OKI dalam menghadapi tantangan global.
"Ini jadi refleksi bagi kita semua, bahwa negara-negara OKI juga harus mengevaluasi diri dalam membentuk tata Pemerintahan yang baik. Karena hanya dengan Pemerintahan yang kuat dan transparan, kita bisa menghadapi tantangan global secara kolektif dan solid," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya