Dark/Light Mode

Wapres Dampingi Presiden Hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

Senin, 2 Juni 2025 15:20 WIB
Wapres Gibran Rakabuming Raka bersama Presiden Prabowo Subianto dan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri sesaat sebelum mengikuti Upacara Hari Lahir Pancasila di Jakarta, Senin (2/6/2025). (Foto: Setwapres)
Wapres Gibran Rakabuming Raka bersama Presiden Prabowo Subianto dan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri sesaat sebelum mengikuti Upacara Hari Lahir Pancasila di Jakarta, Senin (2/6/2025). (Foto: Setwapres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mendampingi Presiden Prabowo Subianto, dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di Lapangan Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Senin (02/06/2025). Kegiatan ini menegaskan kembali pentingnya tanggal 1 Juni sebagai tonggak lahirnya ideologi Pancasila, yang menjadi fondasi sekaligus pemersatu bangsa Indonesia.

Dalam amanatnya, Presiden menekankan bahwa Pancasila merupakan kekuatan utama yang memungkinkan bangsa Indonesia tetap solid dan bersatu di tengah berbagai tantangan global dan ketidakpastian dunia. Ia mengajak seluruh elemen bangsa, terutama para wakil rakyat, untuk menjadikan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai pijakan dalam memperbaiki sistem pemerintahan dan kehidupan berbangsa.

“Saya menggunakan kesempatan ini di hari peringatan lahirnya Pancasila untuk menghimbau, mengajak seluruh unsur yang diberi kepercayaan oleh rakyat, marilah kita kembali ke nilai-nilai Pancasila, nilai-nilai luhur perjuangan kemerdekaan bangsa kita. Marilah kita menggunakan momentum ini untuk memperbaiki diri, untuk memperbaiki sistem kita masing-masing,” seru Presiden.

Lebih lanjut, Presiden menyoroti persoalan sikap mental sebagian elit bangsa yang dianggap sebagai salah satu kelemahan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Ia secara tegas menyampaikan kritik terhadap praktik penyelewengan, korupsi, dan manipulasi yang masih terjadi, bahkan di dalam tubuh kekuasaan.

Baca juga : Prabowo-Mega Akrab di Upacara Hari Lahir Pancasila, PDIP: Hubungan Mereka Baik

“Kekurangan kita terutama menurut pendapat saya adalah sikap mental para elit bangsa. Terutama mereka-mereka yang pegang jabatan-jabatan penting sebagai wakil rakyat, sebagai utusan rakyat, dan sebagai mandataris rakyat,” ujar Presiden.

“Saya sebagai Presiden Indonesia melihat masih terlalu banyak penyelewengan, masih terlalu banyak korupsi, masih terlalu banyak manipulasi yang dilaksanakan, justru di tubuh pemerintahan, di tubuh kekuasaan,” imbuhnya.

Di tengah kritik tersebut, Kepala Negara juga menyampaikan rasa syukur atas pencapaian bangsa Indonesia, termasuk statusnya sebagai negara dengan jumlah penduduk keempat terbanyak di dunia dan perekonomian terbesar ke-16 secara global.

“Kita bersyukur, bahwa kita sekarang sudah mulai merasakan bangsa Indonesia sebagai bangsa keempat yang berbesar di dunia dari segi jumlah penduduk. Tapi juga bangsa di dunia yang sudah mencapai ke-16 ekonomi terbesar,” ucapnya.

Baca juga : Memperkukuh Trisakti Dan Asta Cita Di Momentum Hari Lahir Pancasila

Dengan mengusung tema “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya,” peringatan ini menjadi momentum penguatan komitmen nasional dalam menyongsong satu abad kemerdekaan Indonesia. Presiden meyakini bahwa Pancasila akan terus menjadi panduan utama dalam perjalanan bangsa.

“Tema peringatan hari ini, memperkokoh ideologi Pancasila menuju Indonesia Raya. Ini tema yang tidak hanya ajakan, tapi merupakan komitmen kita bersama untuk memastikan bahwa perjalanan bangsa menuju 100 tahun kemerdekaan dipandu oleh dirinya Pancasila,” jelasnya.

Menutup amanatnya, Presiden menegaskan pentingnya keteguhan prinsip dalam menghadapi situasi global yang semakin kompleks dan penuh tekanan dari negara-negara kuat.

“Ketika sekarang dunia dihadapkan pada ketidakpastian global, penuh dengan konflik antara negara-negara besar, penuh dengan tantangan globalisasi, disrupsi teknologi, perubahan sosial yang cepat. Di mana yang kuat akan memaksa yang lemah untuk patuh kepada kehendak yang kuat,” ujar Presiden.

Baca juga : Wondrland Hingga Wondrzone Hadir Di Perayaan 20 Tahun BNI Java Jazz 2025

“Indonesia harus bertahan hidup,” tandasnya.

Usai mengikuti upacara, Wapres melanjutkan kegiatan dengan menghadiri sejumlah agenda kenegaraan lainnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.