Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Korban Longsor Tambang Gunung Kuda Bertambah, Total 20 Orang Tewas
Senin, 2 Juni 2025 20:09 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan kembali menemukan satu jenazah korban longsor tambang galian C Gunung Kuda, Kabupaten Cirebon, Senin (2/6) pukul 10.30 WIB.
Korban diketahui bernama Sudiono (51), warga Desa Girinata, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon.
Dengan penemuan ini, jumlah korban meninggal dunia akibat longsor yang terjadi pada Jumat (31/5) lalu bertambah menjadi 20 orang. Adapun lima orang lainnya masih dalam pencarian.
Baca juga : Longsor Tambang Gunung Kuda Tewaskan 10 Orang, Evakuasi Dihentikan Sementara
Pemerintah Kabupaten Cirebon telah menetapkan status tanggap darurat bencana longsor sejak 30 Mei hingga 6 Juni 2025. Operasi pencarian terhadap korban yang dilaporkan hilang masih terus dilakukan.
Kepolisian Daerah Jawa Barat menurunkan dua anjing pelacak K9 untuk membantu proses pencarian di lokasi kejadian. Sejumlah alat berat juga dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan seluruh tim SAR gabungan agar tetap mengutamakan keselamatan dalam operasi di lapangan. Potensi longsor susulan masih ada, terutama jika curah hujan tinggi kembali terjadi.
Baca juga : Dorong Operasional Ramah Lingkungan, Pertamina Resmikan PLTS Atap Terbesarnya
Di sisi lain, masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi longsor diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan tidak mendekati lokasi kejadian. Kondisi tanah yang masih labil dinilai berbahaya bagi warga maupun relawan.
BNPB juga menyarankan warga untuk memantau kondisi sekitar, terutama jika hujan turun terus-menerus lebih dari dua jam. Dalam kondisi demikian, evakuasi mandiri ke tempat aman perlu segera dilakukan.
Pemerintah daerah bersama relawan dan aparat terus berupaya mempercepat evakuasi sambil menyiapkan penanganan pascabencana. Bantuan logistik dan tenda pengungsian juga mulai didistribusikan ke warga terdampak.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya