Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kembali Digelar Kemendagri, Retret Kepala Daerah Tahap 2 Menuai Kritik Dan Dukungan
Deddy Sitorus: Menurut Saya Sih, Itu Namanya Pemborosan
Rabu, 25 Juni 2025 07:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kembali menggelar retret gelombang kedua pada 22-26 Juni 2025 di Jatinangor, Jawa Barat.
Retret kali ini dihadiri oleh 87 kepala daerah yang sebelumnya tidak mengikuti retret tahap pertama.
Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Bima Arya, mengatakan bahwa jumlah tersebut didapat setelah ada enam surat permohonan untuk tidak mengikuti retret karena kondisi yang tidak memungkinkan.
Baca juga : Zulfikar Arse Sadikin: Yang Bilang Pemborosan Tidak Tahu Masalahnya
“Diikuti oleh 87 kepala daerah dan wakil kepala daerah, yang terdaftar itu 93 tetapi kami menerima 6 surat permohonan untuk tidak mengikut karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan,” ujar Bima saat ditemui di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Jawa Barat, Kamis (19/6/2025).
Adapun peserta yang akan hadir terdiri dari tiga gubernur dan wakil gubernur, tiga walikota dan wakil walikota, 38 bupati, serta 37 wakil bupati.
Apakah retret tahap kedua ini akan dihadiri oleh Prabowo? Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan, bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak akan hadir dalam pelaksanaan retret kepala daerah gelombang dua karena ada kesibukan.
Baca juga : PKB: Perbaiki Kurikulum & Tata Kelola Pesantren
“Kemungkinan besar Pak Presiden sudah menyerahkan kepada kami untuk menyelenggarakan, membuka. Termasuk menutup (acara) dan beliau mungkin enggak hadir karena kesibukan beliau yang lain,” tutur Tito kepada wartawan, di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin (23/6).
Kegiatan retret tahap kedua mengundang pro kontra karena pemerintah tengah melakukan efisiensi. Namun, Wakil Ketua Komisi II DPR Zulfikar Arse Sadikin tidak mempermasalahkan kegiatan retret tahap kedua ini.
Baginya, retret yang dilakukan cukup bagus dan sangat baik untuk koordinasi antar kepala daerah. “Saya kira kegiatan retret bagus,” katanya.
Baca juga : PSI Jateng Mantap Dukung Kaesang Jadi Ketua Umum
Berbeda, anggota Komisi II DPR Deddy Sitorus mengkritik keras kegiatan retret tahap kedua. Menurut dia, acara retret kurang efektif dalam anggaran. “Menurut saya, itu pemborosan,” tudingnya.
Untuk mengetahui lebih jauh mengenai pandangan Deddy Sitorus terkait kegiatan retret tahap kedua. Berikut wawancaranya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya