Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Banten Lokomotif Program Jaksa Mandiri Pangan
Jamintel Gaungkan Transformasi Desa Lewat Ketahanan Pangan
Rabu, 25 Juni 2025 20:39 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Di tengah kompleksitas tantangan pembangunan desa, sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan transformasi pedesaan.
Menjawab tantangan tersebut, Kejaksaan Tinggi Banten bersama Pemerintah Daerah, perguruan tinggi dan sektor swasta resmi meluncurkan program kolaboratif berskala besar yang berfokus pada pemberdayaan desa dan penguatan ekonomi rakyat.
Program ini diluncurkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (Memorandum of Understanding/MoU) yang berlangsung di Desa Sarakan, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Banten.
Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung Prof. Reda Manthovani mengatakan peluncuran ini merupakan bagian dari inisiatif nasional Jaksa Garda Desa dan Jaksa Mandiri Pangan yang digagas pihaknya.
Baca juga : Gelar Rakor, Kemko Polkam Bahas Pelindungan Data & Transaksi Elektronik Daerah
Tujuannya untuk memperkuat tata kelola Dana Desa, mendorong transparansi anggaran, dan membangun sistem pemberdayaan petani berbasis teknologi dan profesionalisme.
“Setiap rupiah dari Dana Desa harus bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat desa. Kami ingin memastikan petani, sebagai tulang punggung desa, mendapat nilai tambah yang nyata,” kata Prof Reda, dalam keterangannya, Rabu (25/6/2025).
Empat kabupaten di Provinsi Banten yakni Tangerang, Serang, Pandeglang dan Lebak dipilih sebagai pilot project program ini. Posisi Banten sebagai penyangga Ibu Kota dan daerah dengan potensi besar di bidang pertanian dan hortikultura menjadikannya wilayah strategis.
"Selain memiliki lahan pertanian yang luas, Banten juga memiliki ekosistem distribusi hasil bumi yang berkembang pesat dengan kehadiran pasar induk dan konsumen dalam jumlah besar," ungkap Reda.
Baca juga : Kemenko Polkam Dorong Penguatan Tata Kelola Informasi Pemerintah Daerah
Dia berharap dengan dukungan Telkom University, PT Pupuk Indonesia dan PT Paskomnas Indonesia, program ini akan mengintegrasikan sistem pengelolaan areal lahan, budidaya hortikultura, hingga distribusi dan pemasaran yang berkelanjutan.
"Sistem Real-Time Monitoring Village Management Funding atau Jaga Desa juga akan diterapkan untuk mengawasi penggunaan Dana Desa secara akuntabel. BUMDes didorong untuk menjadi motor penggerak ekonomi desa melalui pelatihan manajerial, transfer teknologi, dan pengelolaan lahan produktif secara profesional," ucapnya.
Dengan pendekatan ini, masyarakat desa tidak hanya berperan sebagai produsen, tetapi juga sebagai pelaku utama dalam rantai pasok pangan nasional. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan hasil pertanian, tetapi juga membangun sistem yang menjamin keberlanjutan ekonomi desa.
"Petani tidak boleh lagi terjebak dalam ketidakpastian harga dan pasar. Sistem ini hadir untuk memastikan keberlanjutan dan kemandirian desa," sebut Reda.
Baca juga : Polri Berkontribusi Nyata Jaga Ketahanan Pangan
Turut hadir dalam acara ini Kepala Kejaksaan Tinggi Banten Siswanto, Gubernur Banten, Bupati Tangerang, Bupati Lebak, Bupati Serang, Bupati Pandeglang, Direksi Telkom University, PT Pupuk Indonesia, dan PT Paskomnas Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya