Dark/Light Mode

Sri Mulyani Tegaskan Prinsip Bebas Aktif Indonesia Di Tengah Konflik Geopolitik

Rabu, 25 Juni 2025 22:22 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam pertemuan tahunan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), di Beijing, China. Foto: Instagram/smindrawati
Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam pertemuan tahunan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), di Beijing, China. Foto: Instagram/smindrawati

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan Indonesia tetap memegang prinsip bebas aktif, baik secara politik maupun ekonomi, di tengah memanasnya ketegangan geopolitik dunia.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam sesi wawancara dengan salah satu stasiun televisi, saat menghadiri Pertemuan Tahunan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB),.

“Saya sampaikan bahwa Indonesia mengusung prinsip bebas aktif baik dalam konteks politik maupun ekonomi,” ujar Sri Mulyani, dikutip dari akun Instagram resminya @smindrawati, Rabu.

Baca juga : Diplomasi, Kata Kunci Indonesia Di Tengah Perang Yang Melebar

Ia menyoroti situasi global yang makin tak pasti, mulai dari konflik geopolitik, kebijakan suku bunga The Fed, hingga kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Sri Mulyani memastikan APBN Indonesia tetap sehat. Hingga Mei 2025, defisit APBN tercatat sebesar Rp 21 triliun atau 0,09 persen dari produk domestik bruto.

Ia menyebut realisasi pendapatan negara telah mencapai Rp 995,3 triliun, belanja negara Rp 1.016,3 triliun, dan pembiayaan anggaran sebesar Rp 324,8 triliun.

Baca juga : KRI Sultan Iskandar Muda Promosikan Budaya Indonesia Di Beirut Lewat Ship Tour

Keseimbangan ini, menurut dia, tak lepas dari kebijakan countercyclical yang dijalankan pemerintah. Strategi itu diambil untuk meredam dampak ekonomi dari gejolak global yang makin tak terduga.

“Indonesia terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai negara demi kesejahteraan dan kepentingan bersama,” tambahnya.

Dalam pertemuan itu, Sri Mulyani juga mendiskusikan dampak konflik Iran dan Israel bersama Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad Al Jadaan dan Menteri Keuangan Qatar Ali Alkuwari.

Baca juga : Sri Mulyani Kumpulkan Para MWA, Bahas Tata Kelola Kampus Negeri

Ia menyebut seluruh pihak berharap ketegangan bisa segera mereda. Harapan bersama lainnya adalah tercapainya kesepakatan damai yang bermanfaat bagi semua pihak.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.