Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Ucapan dukacita untuk keluarga besar Juliana Marins, pendaki yang tewas di Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mengalir.
Termasuk, dari Gubernur NTB Muhamad Iqbal, yang mengirimkan surat terbuka di akun Instagram milikinya, @iqbal_lalu_muhamad.
“Atas nama pribadi dan masyarakat Nusa Tenggara Barat, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya dan simpati yang tulus kepada keluarga selama masa kesedihan yang tak terbayangkan ini,” kata Iqbal.
Melalui video berdurasi tiga menit ini, Sang Gubernur mengaku sangat terguncang oleh tragedi ini. Diungkapkannya, begitu pihaknya mendapatkan kabar ihwal kecelakaan tersebut, tim penyelamat langsung bergerak cepat.
Baca juga : Gubernur Pramono: Memajukan Jakarta Butuh Peran Aktif Warga
Mereka, katanya, mempertaruhkan keselamatan untuk melaksanakan misi mereka. Banyak dari mereka adalah sukarelawan, yang semata-mata didorong oleh rasa belas kasih dan kemanusiaan. Karena dalam budaya Indonesia, mereka yang memasuki negeri ini dianggap sebagai keluarga.
Namun, diamininya, operasi tersebut menghadapi tantangan besar, dari kekuatan alam. Kabut tebal dan hujan terus-menerus menghambat upaya penyelamatan sejak hari pertama, sehingga sulit bagi drone termal untuk mendeteksi koordinat yang tepat.
Selain itu, medan berpasir di dekat lokasi menciptakan risiko ekstrem bagi dua helikopter yang dikerahkan. Pasalnya, ada kemungkinan pasir masuk ke mesin membuat operasi pengangkutan udara menjadi tidak aman.
“Harap dipahami bahwa saya menyampaikan hal ini bukan sebagai alasan, tetapi sebagai pengakuan yang transparan atas keterbatasan kami saat ini. Kami menyadari bahwa jumlah personel penyelamat vertikal bersertifikat masih kurang, dan tim kami masih kekurangan peralatan canggih yang dibutuhkan untuk misi tersebut,” ungkapnya.
Baca juga : Dubes Faizasyah Serahkan 30 Buku Untuk Perpustakaan Di Oslo
Pun, pihaknya juga menyadari bahwa infrastruktur keselamatan di sepanjang jalur pendakian Rinjani harus ditingkatkan, karena gunung ini telah berkembang dari tujuan pendakian menjadi objek wisata internasional.
Sebagai Gubernur, ungkapnya, pihaknya memulai tinjauan komprehensif dengan semua pemangku kepentingan di wilayah Rinjani.
Dia menjamin, pihaknya akan mengambil langkah konkret untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap keadaan darurat atau bencana di masa mendatang. Termasuk, menjalin kemitraan dengan para ahli global dalam operasi penyelamatan gunung dan vertikal.
“Sekali lagi, saya menyampaikan dukacita dan solidaritas terdalam kami kepada keluarga yang ditinggalkan dan kepada masyarakat Brazil. Kehilangan Anda benar-benar merupakan kehilangan kami. Kami berharap dapat menyambut Anda kembali di pulau kami di masa mendatang yang lebih baik,” tutupnya.
Baca juga : Kurban Dan Viatina Brazil
Seperti diketahui, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal telah memerintahkan Pelaksana Harian (Plh) Sekda Provinsi NTB Lalu Moh Faozal untuk rapat lintas sektor membahas kesiapsiagaan di Gunung Rinjani.
Gunung yang dikenal memiliki danau di puncaknya ini terus menarik wisatawan mancanegara untuk menaikinya. Jatuhnya pendaki asal Brasil, Juliana Marins seolah menjadi alarm untuk membangun sistem keamanan bagi para pendaki.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya