Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Gubernur Pram Lanjutkan Program Rumah DP 0 Rupiah Warisan Anies Baswedan
Selasa, 27 Mei 2025 19:58 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bakal melanjutkan program Rumah dengan Down Payment (DP) 0 Rupiah yang digagas Gubernur Anies Baswedan karena dinilai bermanfaat bagi warga Jakarta.
"Sebenarnya area atau lahan yang sudah dibebaskan ketika program DP nol kan ada beberapa yang sekarang ini memang masih ada catatannya. Saya secara khusus ingin menyampaikan bahwa bagi saya selama lahan itu siap dan bisa dibangun, tentunya kami akan lanjutkan," ujar Pramono di Rusunawa Pulogebang, Jakarta Timur, Selasa (27/5/2025).
Program rumah DP 0 merupakan salah satu program unggulan yang diluncurkan pada masa kepemimpinan Anies Baswedan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah memiliki hunian di ibu kota.
Pramono menegaskan tidak akan menghapus program-program yang sudah berjalan jika masih relevan dan dibutuhkan masyarakat.
Baca juga : Gubernur Pram Relaunching Aplikasi SiRUKIM, Lebih Transparan Dan Mudah Diakses
"Karena bagi saya siapapun, apapun yang ditinggalkan oleh gubernur siapapun, selama ini baik untuk kepentingan warga banyak maka kami akan melanjutkan," tegasnya.
Pramono juga memperkenalkan sistem baru bernama Sirukim (Sistem Informasi Perumahan dan Permukiman), yang merupakan pengembangan dari sistem sebelumnya. Sistem ini didesain untuk menjawab tantangan meningkatnya kebutuhan perumahan di Jakarta.
"Sedangkan untuk Sirukim yang kita launching pada hari ini secara khusus kenapa kemudian ada perbaikan dan sebagainya, karena memang tuntutan kondisi yang ada di lapangan sekarang ini, peminat orang untuk tinggal di Jakarta itu semakin tinggi. Contohnya pada waktu di Jagakarsa sampai harus diundi dan sebagainya," jelasnya.
Sirukim hadir sebagai upaya digitalisasi dan efisiensi proses pendaftaran serta penyaluran program perumahan. Pramono menyebut sistem ini merupakan kelanjutan dari program terdahulu, bukan sepenuhnya hal baru.
Baca juga : Gubernur Pram Minta Transjakarta Siapkan 30 Bus Untuk Dihias Bernuansa Persija
"Sehingga dengan memang harus dilakukan perbaikan dan dinas perumahan telah melakukan itu tetapi sebenarnya tidak meninggalkan esensi yang lalu-lalu," lanjut Pramono.
Dia menegaskan bahwa peluncuran Sirukim adalah bentuk re-launching program sebelumnya dengan penyempurnaan fitur, bukan penghapusan program lama. Hal ini sejalan dengan visinya menjaga kesinambungan kebijakan publik.
"Jadi ini tetap carry forward dari yang dulu. Sehingga dengan memang saya dalam re-launching tadi sama sekali tidak mengatakan bahwa ini adalah hal yang baru. Ini re-launching, melaunching kembali dengan Sirukim dengan fitur yang disempurnakan," tutupnya.
Dengan kebijakan ini, Gubernur Pramono Anung menunjukkan kesinambungan program antar kepemimpinan di Jakarta tetap terjaga, dengan tetap melakukan penyesuaian sesuai kebutuhan warga dan perkembangan zaman.
Baca juga : Gubernur Pramono Bakal Kembangkan RSUD Tanah Abang, Seperti Tarakan
Diketahui, Salah satu program unggulan saat Anies Baswedan bersama Sandiaga Uno mencalonkan diri sebagai pemimpin di DKI Jakarta periode 2017-2022 adalah rumah DP nol rupiah. Program itu digaungkan sebagai hunian untuk warga Ibu Kota.
Pada Rencana Pembangunan Daerah 2023-2026 yang diteken Anies pada 10 Juni 2022, target hunian DP Rp 0 berubah dari 232.214 unit menjadi 9.081 unit. Anak buah Anies menjelaskan soal perubahan ini. Pandemi COVID-19 menjadi penyebab berubahnya target pembangunan Jakarta.
Rusun pertama yang dibangun oleh Pemprov Jakarta adalah rusun sederhana milik (rusunami) di Klapa Village, Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Rusunami ini berdiri di atas tanah seluas 1,5 hektar dan mulai dibangun pada Januari 2018.
Bangunan 21 lantai itu sudah siap dihuni pada Agustus 2019. Lokasi rusunami lainnya berada di Bandar Kemayoran (Jakarta Pusat), Sentra Land Cengkareng (Jakarta Barat), Nuansa Cilangkap (Jakarta Timur) dan Rusun Cakung (Jakarta Timur). Harga yang ditawarkan pun beragam, mulai Rp 180 juta hingga Rp 330 jutaan, dengan pilihan luas bangunan 21-36 meter persegi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya